Malang Raya
Duh, Lalin Jalan Guntur Kacau, Ternyata Ada Petugas Dishub yang Bolos!
Seorang pejabat Dishub mengaku tidak tahu kalau petugas Dishub hanya berjaga-jaga di lokasi pada pagi hari.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Penerapan jalur satu arah di Jl Guntur atau di tempat penampungan sementara pedagang Pasar Oro-oro Dowo mulai Jumat (11/9/2015) belum berjalan maksimal.
Masih ada sejumlah kendaraan yang melawan arus di lokasi.
Kondisi itu membayakan bagi warga yang hendak berbelanja di tempat penampungan sementara. Jika tidak hati-hati, warga yang sedang berbelanja bisa terserempet bahkan tertabrak kendaraan yang melawan arus.
Lebar jalan di lokasi memang menjadi sempit karena sebagian bahu jalan digunakan sebagai lapak berjualan pedagang.
Seorang warga, Riyono mengatakan penerapan jalur satu arah di kawasan itu terlihat tertib hanya pada pagi hari.
Persoalannya ada petugas dari Dinas Perhubungan yang berjaga-jaga di lokasi. Petugas Dishub mengarahkan kendaraan yang hendak menerobos jalur satu arah.
“Setelah petugas-nya pergi, banyak kendaraan yang menerobos jalur satu arah. Kondisi ini berbahaya bagi warga yang hendak berbelanja. Warga bisa tertabrak kendaraan yang nekat melawan arus,” katanya.
Warga bersama pedagang dan juru parkir di lokasi akhirnya mengatur arus lalu lintas sendiri.
Warga menghalangi pengendara yang hendak menerobos jalur satu arah. Selain itu, ada juga yang memasang tanda hati-hati di tengah jalan.
“Seharusnya Dishub segera memasang rambu lalu lintas di lokasi. Biar pengendara tahu, kalau jalurnya satu arah,” ujarnya.
Kabid Pengendalian dan Ketertiban Jalan Dishub Kota Malang, Raymond Matondang terkejut dengan kabar ini.
Ia mengatakan seharusnya petugas Dishub berjaga di lokasi mulai pedagang buka sampai tutup.
Ia mengaku tidak tahu kalau petugas Dishub hanya berjaga-jaga di lokasi pada pagi hari.
“Kami menerjunkan enam personel untuk berjaga-jaga di lokasi. Tiga personel berjaga sejak pedagang buka sampai pukul 09.00 WIB, tiga personel lagi berjaga mulai pukul 09.00 WIB sampai pedagang tutup,” katanya.
Raymond berjanji, pihaknya segera memasang rambu lalu lintas di lokasi untuk mengurangi beban personel berjaga di lokasi. Rencananya, rambu lalu lintas dipasang di Jl Brigjend Slamet Riyadi.
Dishub memasang rambu lalu lintas larangan belok ke kanan di Jl Brigjend Slamet Riyadi.
“Mungkin besok kami akan memasang rambu lalu lintas di sana,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/jalan-guntur-malang_20150911_163702.jpg)