Malang Raya
Walah, Pria Menyaru Kiai Gendam Pasien Rumah Sakit
"Saya mau mengobati Anda, asal kamu melepas perhiasanmu dan diletakkan di sapu tangan. Saya nggak bisa mengobati kalau Anda mengenakan perhiasan,"
Penulis: Imam Taufiq | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Seorang pasien di RSUD Ngudi Waluyo, Kecamatan Wlingi, Karminatin (69), warga Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, jadi korban gendam, Selasa (8/12) siang.
Korban dibuat tak ingat apa-apa, kemudian dilucuti perhiasan emasnya, di antaranya gelang seberat 10 gram, cincin seberat 4 gram dan uang Rp 50 ribu.
Namun, selang beberapa menit kemudiaan, satu dari empat pelakunya dibekuk saat hendak kabur. Adalah Edi Suyanto (50), warga Desa Gembong, Kecamatan Babat, Lamongan. Ia ditangkap di dalam rumah sakit milik pemkab Blitar tersebut. Namun karena berusaha kabur, akhirnya pelaku dihajar massa, hingga babak belur. Saat ini, ia diamankan di Polsek Wlingi.
Kejadian itu berlangsung pukul 12.00 WIB. Itu berawal dari korban kontrol penyakit diabetsnya. Usai diambil darahnya, di lab RS itu, korban menunggu hasilnya, dengan duduk di ruang tunggu, depan lab tersebut.
Saat itu, korban bersama para pasien lainnya, didatangi dua perempuan, yang berusia sekitar 36 tahun. Ciri-cirinya, keduanya mengenakan jilbab. Mereka duduk dengan posisi mengapit korban. Mereka mengajak berkenalan dengan korban dan mengaku sedang membezuk keluarganya.
Akhirnya, mereka bertiga ngobrol gayeng, termasuk tanya penyakitnya korban. Tahu korban menderita diabets, pelaku mengaku juga pernah kena penyakit yang sama. Namun, katanya, sekarang penyakitnya itu sudah sembuh setelah diobati seorang pria, yang tak lain Edi, yang sedang duduk di bangku belakang korban.
"Bu, yang duduk di belakang Anda itu, seorang kiai, yang bisa menyembuhkan penyakit diabets. Kami ini juga kena diabets namun kini sembuh setelah diobati pak kiai itu," tuturnya.
Rupanya, korban tertarik, sehingga bersedia berkenalan dengan pria itu. Bahkan, korban siap diobati. Akhirnya, pria berpeci, yang dipanggil kiai oleh dua wanita itu mengajukan peryaratan.
"Saya mau mengobati Anda, asal kamu melepas perhiasanmu dan diletakkan di sapu tangan saya. Saya nggak bisa mengobati kalau Anda mengenakan perhiasan emas," ujar pria itu sambil menyodorkan sapu tangan.
Setelah perhiasannya ditaruh dalam sapu tangan, korban menyerahkan ke pria itu. Termasuk, uang Rp 50 ribu, yang katanya buat mahar. Setelah perhiasannya diserahkan, korban mengaku langsung tak ingat apa-apa. Namun, posisinya tetap di kursi ruang tunggu RS.
Hanya selang sekitar 3 menit, korban kembali sadar, dan langsung berteriak maling-maling. Seketika itu, suasana di RS itu mendadak gempar, sehingga ketiga pelaku kabur. Untungnya, satpam RS segera sigap dan langsung menghadangnya. Di saat Edi hendak kabur, satpam langsung menangkapnya.
Namun, dua wanita yang tak lain komplotannya itu berhasil meloloskan diri, dengan mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih. Mereka kabur ke arah Malang.
"Saat aksi itu, rupanya ada satu orang pria lagi yang stand by di dalam mobil. Ia menunggu dalam mobil dengan posisi mesin hidup. Begitu, dua perempuan itu masuk ke dalam mobil, sopirnya langsung tancap gas. Sedang, pelaku yang tertangkap itu karena langsung dihadang satpam RS itu," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/gendam-blitar_20151208_184632.jpg)