Situbondo
Keluarga Histeris, Kakak Beradik Tewas, Tabrakan dengan Bus Bali Perdana
Kakak beradik, Dani Rifandi (20) dan Dwi Putri Agustin (15), warga Desa Klatakan, Kecamatan Kendit tewas setelah motornya..
Penulis: Izi Hartono | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, SITUBONDO - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Pantura Situbondo, Rabu (20/1/2016) malam.
Kakak beradik, Dani Rifandi (20) dan Dwi Putri Agustin (15), warga Desa Klatakan, Kecamatan Kendit tewas setelah motor yang dikemudikan bertabrakan dengan bus cepat di Jalan Raya Klatakan.
Peristiwa kecelakaan itu bermula saat bus Bali Perdana nopol DK 9035 PE yang dikemudikan Edi Sugianto (39) warga Blok Pasar, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, Probolinggi melaju kencang dari arah barat mendahului truk di depannya.
Semendara itu sepeda motor tanpa plat nomor yang dikemudikan Dani Rifandi (20) melaju dari arah timur.
Karena jaraknya terlalu dekat, tabrakan sepeda motor dan bus cepat tak terhindarkan.
Akibat benturan keras adu body, motor korban rusak parah dan ringsek. Sedangkan kedua korban tewas di lokasi kejadian dengan luka dibagian kepalanya.
"Bus itu menyalip kendaraan dan lansung berpapasan dengan motor itu," terang Mufid salah seorang warga di lokasi kejadian.
Kecelakaan yang menewaskan dua bersaudara ini, menyebabkan arus lalu lintas macet.
Korban selanjutnya dievakuasi ke ruang mayat RSUD Abdoer Rachem Situbondo.
Mengetahui kedua anaknya menjadi korban kecelakaan, orang tua dan beberapa keluarganya langsung menangis histeris.
Kasubag Humas Polres Situbondo, Ipda Nanang Priambodo mengatakan anggta lantas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.
"Korban malam itu dibawa ke ruang mayat dan sopir bus sudah diamankan untuk dimintai keterangannya," kata Nanang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/motor-ringsek_20160121_110022.jpg)