Malang Raya
Mahasiswa Tiongkok-Korea Selatan 'Jualan' ke Pemkot Batu
Sebanyak 13 Mahasiswa dari AIESEC kenalkan program pendidikan dan budaya ke Pemkot Batu.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, BATU - Sebanyak 13 Mahasiswa dari AIESEC kenalkan program pendidikan dan budaya ke Pemkot Batu. Mereka datang bersama tim pendamping program AIESEC dari Universitas Brawijaya Malang.
Koordinator tim Pendampingan Mahasiswa AIESEC UB Malang, Desti Candra Sari mengatakan, kedatangan para mahasiswa AIESEC dari berbagai negara diantaranya Tiongkok, Taiwan, Australia, New Zealand, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura tersebut ke Pemkot Batu untuk memperkenalkan diri.
Dengan demikian, Pemkot Batu bisa mengetahui dan mendengar secara langsung program AIESEC yang dijalankan para Mahasiswa mancanegara tersebut.
"Jadi kedatangan para Mahasiswa AIESEC ini tidak ada tujuan lain selain perkenalan program saja," kata Desti Candra Sari usai diterima Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko di Block Office Pemkot Batu.
Dijelaskan Desti, sejumlah program AIESEC yang dikenalkan ke Pemkot Batu semuanya terkait erat dengan pendidikan dan budaya. Dimana mahasiswa AIESEC dari berbagai negara bisa diakomodasi melalui kerjasama untuk memberikan pendidikan bahasa dan pertukaran budaya. Dimana mereka bisa diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk mengajar bahasa bagi siswa-siswi dan menyampaikan berbagai budaya dari negara asalnya.
Program AIESEC itu sendiri, menurut Desti, normalnya berjalan maksimal selama satu tahun, namun itu tergantung dari kondisi. Para mahasiswa asing dengan didampingi mahasiswa UB akan memberikan berbagai materi pembelajaran bahasa di sekolah-sekolah yang akan dikerjasamakan nantinya.
"Makanya, kami berharap Pemkot Batu bisa menjalin kerjasama pendidikan dengan AIESEC usai perkenalan ini," ucap Desti.
Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko menyambut baik perkenalan program dari para mahasiswa yang tergabung dalam AIESEC. Terlebih, program pendidikan bahasa dan budaya tersebut sangat dibutuhkan oleh anak-anak kota Batu.
Dimana Kota Batu yang kini sebagai Kota Wisata akan semakin banyak membutuhkan anak-anak asli Batu yang mahir bahasa Inggris untuk menerima dan menyambut para wisatawan mancanegara. Dan anak-anak bisa semakin termotivasi untuk belajar bahasa dengan program pendidikan AIESEC.
"Untuk itu, dinas pendidikan bisa memfasilitasi program AIESEC tersebut. Sekaligus nanti para Mahasiswa AIESEC bisa diminta beri masukan terkait pendidikan di sekolah, baik itu kekurangan buku, kualitas pendidikan, ataupun lainya," tutur Eddy Rumpoko
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/eddy-rumpoko-kompasiana_20150511_213756.jpg)