Senin, 13 April 2026

Jombang

Petani Was-was, Beras Vietnam Sudah Serbu Jombang

"Membuka keran impor beras sama saja menindas kaum petani. Nasib mereka jelas akan semakin terpuruk, karena akan membuat jatuhnya harga gabah dan...

Penulis: Sutono | Editor: musahadah
surya/sutono
Pekerja di gudang Bulog Dapurkejambon Jombang menurunkan beras impor dari Vietnam untuk disimpan di gudang setempat. 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Ribuan ton beras impor dari Vietnam mulai masuk ke Jombang. Beras impor itu ditempatkan di sejumlah gudang Bulog, di antaranya di Dapurkejambon, Kecamatan Jombang Kota.

Dalam sehari, sedikitnya empat truk gandeng berisi beras Vietnam masuk ke gudang tersebut.

Serbuan beras impor tersebut membuat petani Jombang waswas. Sebab, harga beras asal Vietnam lebih murah dari beras lokal.

Sedangkan secara fisik, beras yang dikemas dalam karung berukuran 50 kilogram itu lebih putih dan tidak remuk.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jombang, Medy Bambang Murtiyoso mengecam kebijakan masuknya beras Vietnam tersebut. Menurut Medy, kebijakan semacam ini tidak berpihak ke petani.

"Membuka keran impor beras sama saja menindas kaum petani. Nasib mereka jelas akan semakin terpuruk, karena akan membuat jatuhnya harga gabah dan beras milik petani," ujar Medy, Selasa (2/2/2016).

Dalam pandangan Medy, pemerintah seharusnya mendorong pemberdayaan petani melalui sejumlah kebijakan untuk peningkatan produktivitas pertanian dan peningkatan nilai tukar petani. Bukan sebaliknya, memasukkan beras dari luar negeri.

Saat ini harga gabah kering sawah saat ini hanya Rp 3.300 per kilogram. Kondisi ini jauh di bawah ketentuan HPP (Harga Pokok Pembelian) patokan pemerintah, yakni Rp 3.750.

“Bagi kami, yang lebih dibutuhkan petani adalah kebijakan pemberian insensif berupa kemudahan akses kredit lunak dan alokasi subsidi pupuk. Sehingga petani lebih berdaya," ujar anggota Komisi A DPRD Jombang ini.

Di kalangan petani, masuknya ribuan ton beras impor mengancam turunnya harga gabah mereka. Hal itu sudah terjadi di Kecamatan Perak, Jombang yang harga gabah berkisar Rp 3.300 sampai Rp 3.600 per kilogram.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Mukhlas mengungkapkan, saat ini harga padi sudah rendah.

“Kalau sudah masuk panen raya, hampir dapat dipastikan harga di bawah Rp 3.000 per kilogram. Ini harus segera disikapi pemerintah melalui satgas Bulog. Jangan sampai harga di bawah HPP," sergah Muklas.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved