Jumat, 10 April 2026

Tulungagung

Hati-hati Melewati Jalan Lintas Selatan Tulungagung, Meski Eksotik tapi Rawan Longsor

"Saat longsor sempat menutup separuh badan jalan. Namun jalan masih dapat dilewati bergantian kendaraan dari arah timur dan barat," ungkap Takim

Penulis: Didik Mashudi | Editor: musahadah
surya/didik mashudi
Eskavator - Alat berat mengeruk longsoran tanah jalur lintas selatan di Desa/Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung longsor, Minggu (7/2/2016). 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Diguyur hujan lebat ,jalur lintas selatan (JLS) di Desa/Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung longsor.

Longsoran tanah tebing ini sempat menutup separuh badan jalan, Minggu (7/2/2016).

Untuk membersihkan bekas longsoran dikerahkan alat berat eskavator.

Sejumlah dump truk juga dikerahkan untuk memindahkan longsoran tanah.

Lokasi longsor ini termasuk kawasan rawan karena tingkat kemiringan bukit yang curam. Tebing di atasnya tidak ada tanaman keras penahan longsor.

Lahan kawasan rawan ini merupakan tanah negara yang dikelola Perhutani. Namun lahannya tidak ditanami pepohonan tapi berupa tanaman polowijo.

"Saat longsor sempat menutup separuh badan jalan. Namun jalan masih dapat dilewati bergantian kendaraan dari arah timur dan barat," ungkap Takim (50), petugas pengatur lalulintas di lokasi longsor kepada suryamalang.

Tanah bekas longsoran diangkut dengan truk untuk menimbun lokasi jalan JLS yang masih ambles. 

Jalan lintas selatan di wilayah Kecamatan Besuki hampir masuk ke perbatasan Kabupaten Trenggalek. Setiap hari libur kawasan JLS dipenuhi masyarakat yang ingin berlibur.

Dari Dusun Bayem masyarakat dapat menyaksikan pemandangan kawasan pantai selatan serta cerobong Terowongan Niyama.

Warga dari desa sekitar malahan sudah banyak yang membuat warung tenda.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved