Rabu, 8 April 2026

Kediri

Wanita Dikerangkeng Selama 14 Tahun, Ini Penyebabnya

Sejak pertama kali menghuni kerangkeng, Wiwik belum pernah mendapat perawatan medis

Penulis: Didik Mashudi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Sudah 14 tahun Wiwik menjalani hidupnya di dalam ruang kerangkeng, Minggu (1/5/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Kampanye pemerintah progam bebas pasung dan kerangkeng tampaknya belum dirasakan Wiwik Sukesi (31). Perempuan ini telah menjalani hampir separuh hidupnya di balik jeruji kerangkeng rumahnya.

Gara-gara menderita gangguan jiwa Wiwik Sukesi warga Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur telah dikerangkeng keluarga sejak masih usia 16 tahun.

Malahan sejak pertama kali menghuni kerangkeng, Wiwik belum pernah mendapat perawatan medis dan dirujuk ke rumah sakit jiwa. Ruang tempat mengisolasi Wiwik berukuran 3 x 3 meter.

"Keluarganya belum pernah memeriksakan penderita kepada petugas medis," ungkap Arif Witanto, Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jatim kepada Surya, Minggu (1/5/2016).

Sejak pertama kali diketahui menderita gangguan jiwa, Wiwik Sukesi kemudian diisolasi di kamar yang diberi jeruji besi. Orangtuanya Mukijan-Mariatun memasukkan putrinya ke dalam kerangkeng supaya anaknya tidak keluyuran.

Sejauh ini pihak keluarga hanya melakukan pengobatan alternatif ke sejumlah dukun dan paranormal. Namun pengobatan alternatif itu tak membuahkan hasil, malah gangguan jiwanya semakin parah.
Mukijan malahan mengaku sudah menjual sebagian sawahnya untuk pengobatan alternatif anaknya.

Untuk mendapatkan akses ke pengobatan medis sejauh ini masih belum dilakukan.
Namun Mukijan juga berharap anaknya dapat dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) supaya mendapatkan perawatan jiwa yang layak.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved