Malang Raya
Mahasiswa Universitas Brawijaya ini Sukses Jual Karya Ilustrator di Luar Negeri
“Awalnya saya berusaha sendiri sebelum ada studio. Dengan peralatan seadanya saya menggambar beberapa anime,"
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Siapa yang menyangka jika karya anak negeri justru laris manis di ranah luar negeri. Seperti yang dialami oleh mahasiswa semester akhir Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Rizky Prahesa (24).
Berawal dari hobi menggambar, Risky sukses sebagai illustrator. Karya-karyanya banyak dipesan dan dibeli dari mancanegara. Bahkan yang memesan karyanya ialah developer game ternama.
Sejak 2011, ia yang tinggal di Jalan Candi VI C ini, mulai mengembangkan bakatnya dibidang menggambar anime. Saat itu juga, ia mulai tergabung dalam komunitas menggambar di Kota Malang, yakni Manga no Sekai (Mankai).
Dari komunitas itu, ia tertular oleh kawan-kawannya yang memang telah terjun di dunia ilustrasi dan telah berpenghasilan. Bahkan, sejak 2014 sampai saat ini ia telah memiliki studio sendiri. Studio dengan ukuran 4x5 meter ini ia beri nama Morning Latte Studio.
“Awalnya saya berusaha sendiri sebelum ada studio. Dengan peralatan seadanya saya menggambar beberapa anime. Anime yang saya buat saya upload di situs website namanya Devianart. Dari situ, karya saya banyak dilirik sama developer game,” tutur kelahiran Kediri, 10 Juni 1992 ini kepada Surya, Selasa (30/8/2016).
Selain itu, sejak tahun 2012 sampai saat ini ia disibukkan dengan project membuat ilustrasi khusus game dan visual novel. Pemesan karyanya kebanyakan dari Amerika dan Canada.
Project game professional pertamanya dari Amerika yakni game Huniepop. Sejauh ini, peminat karyanya jarang dari Indonesia. Tetapi, ia pernah ikut andil dalam pembuatan ilustrasi mascot salah satu festival Jepang di Kota Malang pada Mei 2015.
Dikatakan sulung dari tiga bersaudara itu, dalam pembuatan ilustrasi bisa memakan waktu selama 2 hari. Kurang lebih dalam seminggu ia bisa menghasilkan sampai 4 karya ilustrasi. Karena banyak yang minat dari mancanegara, ia menjual satu karyanya ilustrasi seharga 400 USD hingga 600 USD, atau setara sebesar Rp 7 jutaan.
“Ada tiga jenis karya ilustrasi yang saya kerjakan, yakni karakter design, background art, dan CG Scene. Contohnya ilustrasi gerakan yang ada di game, seperti bertarung, merayakan kemenangan, dan masih banyak lagi,” imbuh alumni SMAN 8 Kota Malang yang telah menyelesaikan Artbook berjudul Overlock-Moe Ware tahun 2014.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/mahasiswa-ub_20160830_185729.jpg)