Selasa, 14 April 2026

Kota Malang

Muncul Petisi Online Malang Darurat Parkir, Ini Tuntutannya

Muncul petisi online Malang darurat Parkir. Bagaimana tanggapanmu dengan petisi ini ker...

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Adrianus Adhi
Petisi online
Inilah petisi yang dibuat netizen tentang Malang darurat Parkir 

SURYAMALANG.COM - Persoalan parkir di Malang menarik perhatian sejumlah masyarakat, juga netizen asal Kota Malang.

Mereka bahkan membuat petisi online berjudul 'Malang Darurat Parkir' di situs petisionline.net.

Dilansir dari situs petisionline.net, Minggu (11/9/2016), petisi tersebut dibuat pada hari inipula.

Berikut petikan petisi online tersebut :

a

Abah Anton yang kami hormati,izinkan kami menyampaikan keluh kesah kami mengenai pelayanan publik di kota kami tercinta ini.

Masalah tentang "PARKIR" di kota malang,menjamurnya lahan parkir sangat meresahkan kami.setiap sudut kota malang tak pernah luput dari siluman parkir.

Kenapa saya sebut siluman parkir,karena antara hak kita sebagai masyarakat dan kewajiban sebagai tukang parkir tak pernah imbang.

Kadang kita hanya beberapa menit berhenti,membeli sesuatu tak sampai seribu rupiah kami tetap di paksa untuk membayar melebihi apa yang telah kami beli.berkedok itu lahan mereka, kita diwajibkan membayar 2rb sekali berhenti u/ sepeda motor.sedang kewajiban sebagai tukang parkir setelah di kasih uang langsung pergi begitu saja.

Mulai dari ATM,Warung makan kecil bahkan tempat fotokopian,setiap ada transaksi jual beli di kota malang ini,semua tak luput selalu saya dengar peluit parkir.kadang sesekali kita coba tidak membayar dan akhirnya adu mulut pun tak terhindarkan.

Inikan namanya "Preman Pungli Berkedok Parkir" bah.! kami tidak tau harus mengadu ke siapa lagi selain membuat petisi ini,karena selama ini kami sudah banyak berkeluh kesah tapi tidak pernah di carikan solusinya.kami memohon kepada abah anton yang terhormat untuk :

"Tertibkan Parkir di semua sudut Kota Malang" kami sudah muak jika setiap hari harus terbebani dengan "Siluman parkir ini".Kami sudah bosan jika setiap berhenti membayar sejumlah uang.

Kami berharap semoga Malang kembali ke filosofi utamanya."Malang Ijo Royo-Royo BUKAN Malang Oranye Sumprit-Sumprit."

Belum diketahui, siapa penggagas petisi online tersebut?

Di situs tersebut hanya dijelaskan bahwa pembuat petisi bernama Helmy.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved