Rabu, 15 April 2026

Malang Raya

Mantab, Juru Air Kabupaten Malang Sembilan Terbaik Jawa Timur

“Kriteria penilaian meliputi perencanaan, pelaporan, mengatasi masalah, pendata sarana dan prasarana pendukung,”

Penulis: David Yohanes | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Tim dari Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur, saat menilai Juru Air Kabupaten Malang 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Tim dari Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur tengah menilai kinerja Juru Air, Dinas Pengairan Kabupaten Malang. Penilaian ini untuk seleksi wakil Provinsi Jawa Timur ke tingkat nasional.

Menurut Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, sebelumnya ada seleksi juru air seluruh Jawa Timur. Juru Air dari Kabupaten Malang masuk dalam sembilan terbaik di Jawa Timur.

“Sebelumnya kami tidak tahu proses seleksi yang di Provinsi Jawa Timur. Tapi kami dikasih tahu, Juru Air kami satu dari sembilan yang diseleksi untuk ke tingkat nasional,” tutur Wahyu, Rabu (28/9/2016).

Lanjut Wahyu, nantinya akan dipilih lima Juru Air terbaik di Jawa Timur. Selanjutnya lima pemenang ini akan melakukan presentasi di Surabaya. Pemenang yang akan mewakili Jawa Timur untuk perlombaan tingkat nasional.

“Kriteria penilaian meliputi perencanaan, pelaporan, mengatasi masalah, pendata sarana dan prasarana pendukung,” tambah Wahyu.

Lebih jauh Wahyu mengungkapkan, Juru Air merupakan ujung tombak keberhasilan pertanian. Mereka harus membuat laporan setiap hari. Setiap 10 hari, mereka harus meneruskan laporan ke Dinas Pengairan.

“Laporan 10 harian itu yang dijadikan dasar untuk membuat rencana tanam global. Jadi begitu penting laporan yang dibuat para Juru Air,” ucapnya.

Saat ini satu Juru Air di Kabupaten Malang memegang tanggung jawab 200 hektar lahan pertanian. Mereka harus lihai menghitung debet air, berapa lama membuka pintu air dan mengalihkan aliran air ke lahan lain.

Mereka juga kerap berhadapan dengan masyarakat yang rebutan air. Namun mereka diharuskan mampu menjadi penengah, agar setiap petak sawah kebagian air.

“Begitu ada pergantian pola tanam, mereka juga yang kerepotan. Karena itu mereka selayaknya mendapat apresiasi lebih,” tandas Wahyu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved