Malang Raya
Inilah Terobosan Kapolri Pertama dan Terlama di Indonesia
Sejumlah polsek, Polisi Air dan Udara (Polairud), Polisi Perintis, Polantas, Polisi Kereta Api, dan Polisi Wanita (Polwan) terbentuk di era Soekanto.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Tidak banyak yang mengenal Jenderal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmojo. Buku berjudul Bapak Kepolisian Negara RI Peletak Dasar Kepolisian Nasional Yang Profesional dan Modern memperkenalkan kapolri pertama dan terlama di Indonesia tersebut.
Buku karya Awaloedin Djamin dan Ambar Wulan dikupas di kantor Peradi Malang, Sabtu (16/10/2016). Ambar Wulan, dan Komjenpol (purn) Ahwil Lutan selaku editor buku hadir dalam bedah buku tersebut.
Ambar mengatakan Soekanto patut menjadi panutan bagi polisi sekarang. Setelah mendapat kepercayaan dari Presiden Soekarno, Soekanto bertekad membangun polisi nasional.
“Soekanto memiliki integritas sebagai polisi yang mengabdi kepada masyarakat. Kedisiplinan dan dedikasinya sebagai polisi wajib ditiru,” kata Ambar.
Kapolri yang menjabat mulai tahun 1945-1959 ini dapat menyelesaikan masalah dan tantangan di awal kemerdekaan. Saat itu belum tersedia alat komunikasi antar daerah, serta belum ada seragam maupun kepangkatan.
“Soekanto mengutamakan pendidikan bagi untuk membangun generasi baru polisi,” terang dosen Kajian Ilmu Kepolisian di Universitas Airlangga (UNAIR).
Sementara itu, Komjen Pol (Purn) Ahwil Lutan mengatakan Soekanto berjasa dalam pembentuan kepolisian di Sumatera pada 1950. Dia juga mengirimkan perwira terbaik ke luar negeri untuk menempuh pendidikan. Sejumlah polsek, Polisi Air dan Udara (Polairud), Polisi Perintis, Polisi Lalu lintas, Polisi Kereta Api, dan Polisi Wanita (Polwan) terbentuk pada era kepemimpinan Soekanto.
“Itu masih berlaku sampai sekarang,” kata Ahwil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bedah-buku-kapolri_20161015_121410.jpg)