Jumat, 10 April 2026

Nasional

Pencuri di Desa Ini Malah Dimodali Raja agar Tak Mencuri Lagi

“Kalau ada yang mencuri kambing, kami beri mereka kambing agar sama dengan warga lain.”

Editor: Zainuddin
Tribunnews.com
Raja Boti, Nama Benu 

SURYAMALANG.COM, TIMOR TENGAH SELATAN - Ketika ditanya nama Boti, warga Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) biasanya langsung mengernyitkan dahi.

Mereka lantas menyebut, Boti adalah kawasan terpelosok nan terisolir di Pulau Timor.

Namun dari Boti juga, sangat masyhur Raja Boti yang terkenal penuh kewibawaan.

Sebelum memasuki rumah raja, terpasang gerbang pintu ala kadarnya. Di atasnya tertulis Desa Boti.

Halaman luas terhampar di kawasan komplek rumah raja. Terdapat pohon Kayu Putih berukuran besar dengan daun meranggas.

Saat rombongan wartawan datang, Raja mengenakan baju warna cokelat dan kain yang menutupi celana selutut warna cokelat.

Tatapan matanya teduh dan berbicaranya tenang.

Raja Boti selalu tersenyum saat menyalami tamu yang jumlah belasan orang.

Ketika ditanya siapa penerusnya, Raja Boti menunjuk anak lelaki kecil berusia sekitar 4 tahun yang duduk di sampingnya.

“Dia penerus saya,” ujar Boti yang kini berusia 47 tahun.

Raja Boti yang berambut panjang namun di konde itu juga mengaku belum menikah. Para tamu yang datang dilayani dengan baik oleh adik-adik kandung Raja yang menyiapkan makanan dan minuman teh untuk tamu.

Setiap tamu yang datang juga dijamu sirih dan kapur. Namun tamu yang tak berkenan makan sirih, tetap dihargai Raja.

Dengan bahasa Dawan, Raja Boti, mengakui bahwa di Boti tidak ada pencuri.

“Kalau ada yang mencuri kambing, kami beri mereka kambing agar sama dengan warga lain,” jelas Raja Boti dengan nada tenang penuh wibawa.

Sedangkan jika ada warga yang mencuri hasil kebun, maka pencuri tersebut diberikan tanah agar bisa berkebun dan memiliki hasil sendiri.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved