Selasa, 14 April 2026

Malang Raya

Relawan Beri Bantuan Kursi Roda kepada Penderita Stroke di Kediri

Penderitaan nenek Sujiati (71) itu mengetuk perhatian Komunitas Areta. Sehingga spontan anggota komunitas urunan untuk membelikan korsi roda.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Relawan Areta Formosa memberikan bantuan kursi roda kepada nenek Sujiati (71) 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Nenek Sujiati (71) penderita stroke bisa tersenyum lega setelah mendapatkan bantuan kursi roda. Bantuan ini diberikan Komunitas Arek Tulungagung (Areta) Formosa.

Para pegiat sosial itu menyerahkan bantuan kursi roda ke rumah Sujiati di Desa Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Sabtu (5/11/2016).

Sudah bertahun -tahun Sujiati hanya tiduran dan berbaring di ranjang sederhana rumahnya. Karena semenjak terkena stroke sudah tidak dapat menggerakkan kedua kakinya.

Sehingga Sujiati hanya dapat tiduran di kursi atau ranjang sederhana rumahnya. Yang lebih memprihatinkan, nenek Sujiati dirawat ala kadarnya oleh kedua cucunya yang masih kecil Nabila (14) dan adiknya Novita Nadini (7).

Termasuk untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari lebih banyak mendapatkan uluran tangan dari tetangganya. Hal ini terjadi karena anaknya Mulyono pergi merantau ke Kalimantan meninggalkan ibu dan kedua anaknya.

Sementara istri Mulyono, Nunuk Hartini (44) juga telah lama meninggalkan suami dan kedua anaknya.

Penderitaan nenek Sujiati (71) itu mengetuk perhatian Komunitas Areta. Sehingga spontan anggota komunitas urunan untuk membelikan korsi roda.

Menurut Heri, salah satu pegiat Areta, pihaknya merasa terpanggil setelah mengetahui penderitaan nenek Sujiati yang banyak termuat di media sosial.

Kemudian rekan-rekannya berinisiatif menggalang bantuan. Hasilnya kemudian diberikan kursi roda, bantuan sembako serta uang tunai.

"Mudah-mudahan bantuan kami dapat bermanfaat," ungkapnya.

Menurut Ny Binti (40), tetangganya, kondisi Ny Sujiati sangat memprihatinkan. Karena sejak sakit stroke tidak pernah dibawa ke dokter.

"Sekarang penglihatannya juga terganggu," ungkapnya.

Apalagi Sujiati juga tidak memiliki penjaminan sosial kesehatan. Sehingga tidak dapat berobat gratis di fasilitas kesehatan pemerintah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved