Sabtu, 11 April 2026

Malang Raya

Mbah Rasimun, Satu-satunya Perajin Payung Kertas di Kota Malang

Mbah Rasimun membuat payung itu di gudang berukuran 3 X 3 meter persegi. Satu payung butuh melalui 64 tahap.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Mbah Rasimun sedang mengerjakan payung. 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING – Usia Mbah Rasimun sudah mencapai 90 tahun. Tapi tangannya masih cekatan membuat payung kertas (payung mutho) di rumahnya di Jalan LA Sucipto Gang Taruna 3, Pandanwangi.

Dia sedang saja menyelesaikan satu payung saat SURYAMALANG.COM datang ke rumahnya, Senin (7/11/2016). Dia malah mengajak SURYAMALANG.COM melihat langsung proses pembuatan payung tersebut.

Mbah Rasimun membuat payung mutho menggunakan alat tradisional. Kakinya mengayuh untuk memutar alat untuk menghaluskan kepala payung. Tangannya sibuk menghaluskan dan membentuk kepala payung.

“Pokok e, pas Londo masuk Surabaya, wong-wong Surabaya, Sidoarjo, pindah ke sini. Aku orang Sidoarjo. Pas iku timbangane nganggur, aku nggawe payung iki. Payung e jenenge mutho,” tutur Mbah Rasimun.

Perkataan Mbah Rasimun itu bila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi, “Pokoknya saat Belanda masuk Surabaya, orang Surabaya dan Sidoarjo pindah ke sini. Saya orang Sidoarjo. Saat itu dari pada menganggur, saya membuat payung. Payungnya bernama mutho.”

Mbah Rasimun membuat payung itu di gudang berukuran 3 X 3 meter persegi. Satu payung butuh melalui 64 tahap.

Dia membuat payung secara autodidak. Dia menyebut kemampuannya dengan cara ‘kiro-kiro’ atau kira-kira.

Kertas samak menjadi bahan utama pembuatan payung. Setelah kertas samak dipasang dan dibentuk payung, baru diberi warna merah dan lukisan sesuai keinginan. Payung mutho ini memiliki ciri khas dengan goresan warna merah.

Mbah Rasimun menyebut banyak pelanggannya yang mengira payung tersebut karya orang Solo. Padahal, Mbah Rasimun adalah satu-satunya pembuat payung mutho di Kota Malang.

“Ada beberapa mahasiswa yang tahu dan ingin belajar membuat payung ini. Semoga saya selalu sehat agar bisa mengajari orang yang ingin belajar,” terang Mbah Rasimun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved