Kediri
Harga Burung Ini Setara Dengan Harga Mobil, Tapi Banyak Warga Kediri Yang Pelihara
Karena masih termasuk langka di Indonesia, harga burung Makaw tergolong sangat mahal. Burung berusia setahun biasa dijual sekitar Rp 30 juta.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Warga Kediri punya hobi baru yang sedang ngetren, yaitu memelihara burung Makaw (sebut Makau). Burung cerdas ini bisa dilatih dan akrab dengan pemiliknya.
Saat ini sudah puluhan penghobi Makaw yang tergabung dalam Kediri Parrot Lover.
Triwahyuni Tantono bersama anggota Kediri Parrot Lover melatih burung Makaw terbang bebas (free fly) di Lapangan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri.
Burung Makaw yang baru berusia dua tahun itu dilatih terbang serta mengenali kode panggilan pemiliknya. Burung dengan nama panggilan Wang yang semula hinggap di lengan Triwahyuni kemudian melesat terbang mengitari lapangan dua kali.
Wang terbang berpasangan dengan burung Makaw lainnya. Terbang berpasangan menjadi sarana berlatih yang baik. Sesaat kemudian sang pemilik meniupkan suara peluit beberapa kali.
Tidak lama kemudian Wang terbang kembali menghampiri pemiliknya. Burung dengan warna dominasi biru itu secara anggun hinggap di tangan Triwahyuni.
Wang sudah tampak akrab dengan Triwahyuni yang mengasuh dan memberi makan dan minum. Meski memiliki cakar, namun burung Makaw tidak sampai melukai kulit tangan.
“Cakar burung Makaw beda dengan cakar Elang yang harus pakai bantalan kulit. Cakar burung Makaw tidak sampai melukai kulit,” ungkapnya, Minggu (15/1/2017).
Triwahyuni sudah memelihara burung Makaw sejak dua tahun lalu. Burungnya itu sudah sangat mengenali pemiliknya dari suara, bau badan sampai wajah pemiliknya.
“Burung Makaw merupakan burung yang sangat loyal dengan pemilik. Dia tidak mau dipegang orang tidak dikenal,” tambahnya.
Begitu pula Wang hanya mau dipegangi oleh Triwahyuni dan berontak jika dipegang orang yang tidak dikenalinya.
“Burung Makaw tidak mau dengan orang yang belum dikenali,” tambahnya.
Burung yang memiliki habitat asli di Brazil dan Amerika Selatan itu banyak dipelihara karena warnanya yang menarik, dan postur burung yang besar menyerupai burung Kakaktua Irian.
Namun, burung Makaw tidak termasuk dalam apendix burung yang dilindungi sehingga banyak dipelihara masyarakat.
Masyarakat sudah banyak yang memelihara sekaligus menangkarkan budidaya burung Makaw. Dari hasil budidaya pembibitan ini diberikan gelang besi di kedua kakinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/hobi-pelihara-burung-makau-di-kediri_20170115_164521.jpg)