Arema Malang
Ini Curhatan Darah Muda Arema FC, Ternyata Ada Beban Cukup Berat
Regulasi tersebut tak sepenuhnya bisa membantu pemain muda untuk berkembang. Bahkan ada beberapa di antara mereka yang merasa terbebani.
Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Regulasi pemain U-23 yang diterapkan di kompetisi Liga 1 nampaknya sedikit menyulitkan tim peserta.
Satu di antara tim yang merasa cukup kesulitan adalah Arema FC. Klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan ini harus berfikir keras mencari komposisi yang tepat dan sesuai dengan regulasi.
Namun nyatanya, regulasi tersebut tak sepenuhnya bisa membantu pemain muda untuk berkembang. Bahkan ada beberapa di antara mereka yang merasa terbebani.
M Rafli misalnya, pemain muda Arema FC ini mengakui regulasi U-23 awalnya cukup berat. Meskipun di sisi lain hal itu cukup menguntungkan baginya lantaran lebih sering dapat kesempatan main.
"Pada awalnya memang cukup berat. Tetapi pelatih selalu menguatkan kami bahwa kami bahwa kesempatan bermain ini bukan karena regulasi. Tetapi karena memang layak untuk bermain," ucapnya Sabtu (9/6/2017).
Ia juga menambahkan bahwa beban yang ada harus bisa dijadikan motivasi untuk bisa mengembangkan diri. Sehingga nantinya kesempatan yang didapat bukan lagi karema regulasi, tetapi lebih kepada kualitas yang dimiliki pemain muda memang layak untuk dimainkan.
"Sebagai pemain muda kami juga harus menambah porsi latihan sendiri, serta juga ada pemantapan mental. Tujuannya adalah agar ketika di lapangan tidak terlalu tertinggal jauh dengan pemain senior," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pemain-muda-arema-fc-m-rafli_20170409_105005.jpg)