Jumat, 10 April 2026

Pilkada Kota Malang

Tak Hanya Banjir dan Macet, Ternyata Begitu Banyak Masalah di Kota Malang

3 pasangan calon hadir dalam diskusi publik Pilkada Kota Malang di Hotel Regents, Rabu (7/2/2018).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Suasana Diskusi Publik bertajuk Politik Untuk Kesejahteraan Rakyat di Hotel Regent, Kota Malang, Rabu (7/2/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Seruan 'Asyik', 'Sae', 'Menawan' berseliweran saat diskusi publik Pilkada Kota Malang yang digelar Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Malang di Hotel Regents, Rabu (7/2/2018).

Ketiga kata ini merupakan jargon tiga pasangan bakal calon kepala daerah Kota Malang.

Asyik merupakan akronim untuk pasangan Anton-Syamsul Mahmud.

Sae merupakan akronim untuk pasangan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko.

Sedangkan Menawan merupakan akronim dari pasangan Yaqud Ananda Gudban-Wanedi.

Tiga pasangan bakal calon hadir dalam diskusi itu sebagai narasumber.

Makanya kata itu keluar dari setiap pendukung, dan saling bersahutan.

Tetapi tim sukses dan pendukung saling bersahutan dalam nada guyonan sehingga memantik tawa peserta diskusi bertema Politik untuk Kesejahteraan Umat itu.

Teriakan ‘Asyik’ muncul ketika Nanda Gudban memaparkan jargonnya ‘Ayo Noto Malang’.

Nanda bercerita alasannya mencalonkan diri sebagai wali kota.

Dia memaparkan sejumlah persoalan dan kebutuhan masyarakat Kota Malang.

“Makanya saya mengajak semua pihak dan memakai jargon 'ayo noto Malang',” ujar Nanda.

Kalimat Nanda ini disahuti dengan teriakan ‘Asyik’ dari beberapa orang yang duduk melingkari meja.

Sahutan peserta itu memantik tawa.

Nanda pun menyahut :

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved