Sabtu, 11 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Kepala Sekolah di Kota Malang akan Diambil dari Guru Penggerak

Sebanyak 65 Guru Kota Malang telah menyelesaikan kegiatan Guru Penggerak angkatan pertama yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
sylvianita widyawati/suryamalang.com
Kegiatan simposium Guru Penggerak di Hotel Harris Kota Malang, Selasa (21/9/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Sebanyak 65 Guru Kota Malang telah menyelesaikan kegiatan Guru Penggerak angkatan pertama yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek selama sembilan bulan.

Mereka dari berbagai jenjang sekolah, mulai Paud sampai SMA-SMK.

Menurut Subandi, Kepala P4TK PKn dan IPS Ditjen GTK Kemendikbudristek, seleksi Guru Penggerak sangat ketat.

"Sebab mereka nanti akan jadi pemimpin pembelajaran. Pelatihan-pelatihan kasek nanti tidak ada lagi karena akan direkrut dari Guru Pengerak," jelas Subandi pada wartawan di sela simposium Guru Penggerak di Hotel Harris Kota Malang, Selasa (21/9/2021).

Setelah mereka menyelesaikan program Guru Penggerak, maka hasilnya harus diseminasikan pada guru lainnya.

"Ada 65 Guru Penggerak itu didanai ABPN selama menjalani program pendidikan sembilan bulan," kata dia.

Diseminasi hasil yang diperoleh di Guru Penggerak bisa lewat komunitas guru MGMP, KKG dan MKKS.

Sebab Guru Penggerak ada di setiap jenjang.

Melalui program tersebut pula, Guru Penggerak harus bisa melakukan sebuah inovasi dalam pembelajaran.

Selain menyenangkan dan bermakna. 

Wali Kota Malang, Sutiaji, di kegiatan itu menyatakan kedepan, anak-anak (siswa) tidak dikerdilkan di sistem dan pembelajaran.

"Dalam pendidikan harus dilakukan dalam kondisi senang. Pendidikan jika tidak dilakukan dengan semangat, maka tidak akan komunikatif," kata Sutiaji.

Sebagai pemimpin, ia mengaku sangat konsen dengan guru.

"Tidak banyak kepala daerah yang tertarik pada pendidikan," ujarnya.

Menurut Walikota, 65 guru ini menjadi pioner untuk terus bergerak tidak boleh berhenti.

Dari 65 akan bisa ada replika-replika dan berkembang jadi 600 Guru Penggerak.

Ia berjanji akan memberikan dukungan sinergi bersama dengan Guru Penggerak tersebut, seperti dukungan APBD.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved