Sabtu, 11 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Universitas Ma Chung Targetkan Lima Profesor Baru Hingga 2023

Memperingati ulang tahun yang ke 15, Universitas Ma Chung menargetkan ada penambahan lima profesor bar dari UMC

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
Kegiatan dies natalis ke 15 Universitas Ma Chung di Balai Pertiwi Kota Malang pada Kamis (7/7/2022). 

SURYAMALANG.COM|MALANG- Universitas Ma Chung (UMC) berusia 15 tahun, Kamis (7/7/2022). Kegiatan dies natalis digelar di  Balai Pertiwi yang dihadiri oleh civitas akademika UMC, para pembina dan anggota dari Yayasan Harapan Bangsa Sejahtera serta sejumlah kepala SMA swasta Kota Malang. 

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Ma Chung ,Dr Murpin Josua Sembiring SE MSi,  membahas tentang penambahan jumlah profesor baru sampai 2023 di kampus yang dipimpinnya.

Saat ini UMC baru memiliki satu orang.

"Sampai 2023, kita menargetkan lima profesor baru dari UMC sendiri. Saat ini sedang proses," jelas Murpin pada wartawan usai acara.

Dikatakan, lima orang itu ada di bidang IT,  bidang ahli strategi manajemen, bidang pembangunan, bidang bahasa Inggris dan ahli di bidang UMKM.

"Sejak periode saya, ibaratnya dosen seperti perwira, lalu jendral sebagai profesor. Mudah-mudahan ada kemudahan dari Dikti yang tidak rumit. Dulu kan sulit," jawabnya.

Kendala paling besar untuk mewujudkan jadi profesor adalah di riset sesuai ilmunya. Selain itu, risetnya harus dipublikasikan ke jurnal internasional yang berprestasi.

Ini memakan waktu dan pikiran serta berbiaya tinggi. "Tapi akan kita siapkan semua," jelas Murpin. Penambahan profesor baru ini kelak akan membuat UMC lebih lebih diperhitungkan lagi meski usia kampus masih muda.


Kampung Mandarin di Tulungagung

Sementara itu, UMC juga mengembangkan Bahasa Mandarin di Indonesia. Salah satu strategisnya adalah menyiapkan kursus Bahasa Mandarin super intensif berupa kampung Mandarin di Desa Tumpuk, Kabupaten Tulungagung. Ini sudah berproses sejak 1,5 tahun. 

"Sudah kita deketin tokoh masyarakat, DPRD, Bupati, oke. Izin sudah keluar. Kini proses infrastruktur. Ini meniru sukses kampung Inggris di Pare, Kediru. Target tahun ini dan kita sekarang menerima calon peserta," jelas dia.

Jadi, lanjutnya, pemda se Indonesia jika tahu ada investor Tiongkok datang kesitu dan supaya masyarakat lokal bisa ikut kerja digaji dengan baik harus bisa Bahasa Mandarin.

"Nah, yang kita harapkan mereka kirim ke kampung Mandarin ini. Nantinya akan berkembang juga bisnis industri pariwisata, perhotelan, guide. Di sektor pemerintah, pegawai imigrasi juga supaya paham Mandarin," kata pria berkacamata ini.

Di kampung ini sudah ada 30 lebih masyarkatnya yang bisa berbahasa Mandarin karena pernah bekerja disana.

"Inilah yang disebut sociopreneur. Dengan model super intensif 3 bulan kami pastikan sudah bisa bahasa Mandarin dengan level tertentu. Selain itu, warga di sekitar situ juga kami siapkan berbahasa mandarin, sekaligus mengangkat ekonomi masyarakat sekitar. Ini sebagai bentuk pengabdian Ma Chung juga di desa itu," kata dia.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved