Minggu, 12 April 2026

TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Tiga Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Dirawat di RSSA, Ini Update Kondisinya

Sebanyak tiga korban Tragedi Kanjuruhan masih dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Senin (24/10/2022).

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/kukuh
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSSA Malang, dr Syaifullah Asmiragani didampingi Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif ICU RSSA, dr Akbar Sidiq Sp. An saat menggelar konferensi pers di RSSA Malang, Senin (24/10/2022). 

SURYAMALANG.COM|MALANG - Sebanyak tiga korban Tragedi Kanjuruhan masih dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Senin (24/10/2022).

Dari jumlah tersebut, satu pasien masih kritis dan menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSSA Malang, dr Syaifullah Asmiragani mengatakan, pasien yang dirawat di ICU tersebut mengalami infeksi di bagian rongga dada.

"Jadi, ada satu pasien yang masih dirawat di ICU, dan pasien tersebut mengalami infeksi di bagian rongga dada. Dan pada hari ini, kami lakukan pembedahan untuk pembersihan rongga dada dari infeksi," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (24/10/2022).

Lalu untuk dua pasien korban Tragedi Kanjuruhan lainnya, dirawat di ruang High Care Unit (HCU) dan ruang perawatan.

"Ada satu pasien anak mengalami cedera di bagian paha dan sudah dilakukan pembedahan, selanjutnya (operasi) ganti dan ambil kulit dengan dipastikan terlebih dahulu tidak ada infeksi. Lalu, untuk satu pasien (pasien yang ada di ruang perawatan) kondisinya sudah membaik dan insyallah hari ini bisa kami pulangkan, karena yang bersangkutan mengalami stress psikologis pasca trauma," bebernya.

Dirinya juga menambahkan, rata-rata korban Tragedi Kanjuruhan yang masuk dan dirawat di RSSA adalah pasien dengan kondisi hipoksia dan multiple trauma (luka trauma di beberapa bagian tubuh).

Dan dua faktor kondisi itu, juga menjadi penyebab utama meninggalnya korban Tragedi Kanjuruhan.

"Kondisi berdesak-desakan dan berhimpitan, mengakibatkan terjadinya kekurangan oksigen (hipoksia). Dan hipoksia ini, tidak bagus untuk imunitas tubuh,"

"Selain itu, kami juga sudah sampaikan ke TGIPF dan pihak kepolisian, bahwa penyebab utama meninggalnya pasien korban Tragedi Kanjuruhan adalah multiple trauma," pungkasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved