Berita Malang Hari Ini
Pemkot Malang Upayakan Sektor UMKM Naik Kelas
Kepala Diskoperindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, sektor UMKM perlu dikuatkan karena menjadi penggerak ekonomi yang dominan.
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang akan menggelontorkan dana sekitar Rp 5 miliar untuk membantu meningkatkan produktivitas dan nilai jual produk UMKM.
Kepala Diskoperindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, sektor UMKM perlu dikuatkan karena menjadi penggerak ekonomi yang dominan.
Menurutnya, UMKM adalah salah satu benteng pertahanan perekonomian di Kota Malang. Dana yang digelontorkan akan digunakan untk membantu para pelaku UMKM seperti fasilitasi penerbitan NIB, merk, dan sertifikasi halal.
"Tahun ini kami gelontor sekitar Rp 5 miliar. Harapan kami bisa membawa UMKM naik kelas," ujar Eko Sri Yuliadi kepada SURYAMALANG.COM.
Selain itu, upaya terbaru yang digagas Diskoperindag untuk penguatan ekonomi adalah menciptakan strategi sahabat UMKM. Masyarakat, lembaga pendidikan, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa melakukan pembinaan bagi UMKM di setiap kelurahan.
"Kami akan membuat cluster di setiap kelurahan. Tujuannya untuk memakmurkan pelaku UMKM ini," tegas dia.
Data yang dilaporkan BPS Kota Malang menyebutkan, jumlah tempat usaha dan pedagang di Kota Malang pada 2018-2020 adalah 10.904. Jumlah tersebut terus mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.
Keberadaan tempat usada dan pedagang tersebut mengindikasikan keberadaan pelaku UMKM. Kenaikan yang terus terjadi setiap tahun dinilai positif karena berbanding lurus dengan tingkat produktivitas.
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi menyatakan, penguatan perekonomian menjadi salah satu fokus Pemkot Malang pada 2023 ini.
Pemkot Malang akan melakukan berbagai cara untuk meningkatkan perekonomian. Terhadap keberadaan pelaku UMKM, Pemkot Malang berencana akan memberikan pelatihan yang memungkinkan pelaku UMKM naik kelas.
"Upayanya juga macam- macam. Misalnya, memberikan pelatihan kepada UMKM agar bisa naik kelas," ucap Diah.
Selain menyasar UMKM, Pemkot Malang juga berupaya mengembangkan ekonomi kreatif. Ada17 sub sektor ekonomi kreatif telah tertampung di gedung Malang Creative Center (MCC).
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Malang menggelontorkan Rp 143,9 miliar anggaran untuk memulihkan oerekonomian pada 2023.
Kepala BKAD Kota Malang Subkhan memaparkan anggaran pemulihan ekonomi tersebut meningkat drastis dibanding 2022 lalu yang hanya 117,4 miliar. Peningkatan paling tinggi di sektor pelatihan pencari kerja. Sebelumnya dianggarkan Rp 1,7 miliar, kemudian tahun ini menjadi Rp 3,1 miliar.
"Tahun 2020 bertahan dari pandemi, tahun 2021 dan 2022 tumbuh, lalu tahun 2023 meningkat," ujar Subkhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Menteri-Perdagangan-Zulkifli-Hasan-Wali-Kota-Malang-Sutiaji-di-Pasar-Besar.jpg)