Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026

Kabupaten Malang

Sakralnya Penanaman Pohon Malam Hari Bersama Perhutani KPH Malang Di Pujon

teatrikal berjudul Ati Nyawiji Alam Nyekseni dan mengajak warga Perhutani dan warga yang hadir melakukan penanaman pohon bersama saat malam hari. 

Tayang:
Penulis: Purwanto | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/PURWANTO
SAKRAL - Seniman menampilkan aksi teaterikal berjudul Ati Nyawiji Alam Nyekseni di Taman Kemesraan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (18/10/2025) malam. Pertunjukan yang mengangkat tema penanaman pohon ini digelar Komunitas Budaya Penak Goblok bersama Perhutani KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Malang untuk menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan memperkuat gerakan konservasi lingkungan. SURYA/PURWANTO 

"Ini menjadi momen pas dan mendukung karena lokasi yang dekat dengan sumber air dan mendukung acara penanaman pohon," tambahnya. 

Kelik Djatmiko berharap bahwa tujuan gelaran tersebut untuk mengembalikan ekologi agar dunia ini lebih banyak tumbuh pohon-pohon. 

"Iya pohon-pohon ini juga memberikan manfaat kepada kita semua, sehingga kegiatan ini bisa diikuti oleh banyak orang dan ikut serta menanam pohon," harapnya. 

Kelik menegaskan bahwa setiap tahunnya Perum Perhutani memiliki target penanaman bibit pohon di area Perhutani seluas 100 hektare. 

"Kita juga menargetkan penanaman bibit pohon di area Perhutani seluas 100 ha," tegasnya. 

Sementara itu budayawan dari komunitas Budaya Penak Goblok, Bambang Haryanto menjelaskan jika aksi teatrikal tersebut sebagai simbolis yang konsen pada Bhineka Tunggal Ika. 

Simbolis tersebut mewakili dari semua kelompok agama mulai dari punden, pura, kapel dan mushala yang ada dilokasi tempat wisata milik Perhutani. 

"Jadi aksi teatrikal ini konsennya Bhineka Tunggal Ika yakni simbolis mewakili dari semua kelompok agama mulai dari punden, pura, kapel dan mushala yang ada disini," jelasnya. 


Ia menuturkan secara singkat bahwa orang jawa mempunyai falsafah yakni 'Memayu Hayuning Bawana' atau memperindah keindahan dunia. 

"Jadi orang jawa itu mempunyai falsafah 'Memayu Hayuning Bawana' atau memperindah keindahan dunia jadi kita harus tahu diri dan tahu batas merawat alam," tuturnya. 

Bambang Haryanto berharap jika kegiatan merawat alam dapat menular ke masyarakat. 

"Jadi harapannya tentu ke depan kami pertama pada diri kami sendiri dan kalau ada yang tertular ini akan sangat luar biasa," harapnya. 

 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved