Selasa, 9 Juni 2026

Kota Malang

Libur Nataru 2025/2026 di Kota Malang Bakal Ramai, Mobilitas Masyarakat Diprediksi Naik

Masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Kota Malang diperkirakan bakal ramai dan mengalami peningkatan

Tayang:
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
NATARU - Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. Ia mengungkapkan, dari hasil perhitungan Dishub Kota Malang, mobilitas masyarakat saat libur Nataru 2025/2026 di Kota Malang diprediksi meningkat hingga 2,71 persen. 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, MALANG - Masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Kota Malang diperkirakan bakal ramai dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, mobilitas masyarakat saat libur Nataru 2025/2026 di Kota Malang diprediksi meningkat hingga  2,71 persen.

Dengan peningkatan tersebut, maka berdampak langsung pada meningkatnya volume kendaraan baik yang masuk maupun keluar Kota Malang.

"Kota Malang ini letaknya berada di tengah-tengah, sehingga juga menjadi jalur alternatif perlintasan menuju Kota Batu atau Kabupaten Malang."

"Semisal kondisi Exit Tol Karanglo menuju Kota Batu sudah padat, maka biasanya dialihkan lewat Exit Tol Pakis atau Exit Tol Madyopuro Kota Malang," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (21/12/2025).

Berdasarkan data Dishub Kota Malang pada masa Nataru 2024/2025, kendaraan roda dua maupun roda empat yang masuk ke Kota Malang mencapai 1.273.336 kendaraan.

Sedangkan yang keluar dari Kota Malang, sebanyak 1.172.277 kendaraan.

Baca juga: Ngantuk saat Berkendara, Mahasiswa UMM Terjun Bebas ke Bawah Jembatan Tunggulmas Kota Malang

Sementara itu pada periode Nataru 2025/2026, kendaraan roda dua maupun roda empat yang masuk ke Kota Malang diprediksi mencapai 1.307.844 kendaraan.

Sedangkan yang mengarah keluar Kota Malang diperkirakan mencapai 1.204.045 kendaraan.

Pria yang akrab dipanggil Jaya ini juga menuturkan, sejumlah titik jalan yang rawan terjadi kemacetan telah dipetakan. Yaitu di kawasan Jalan Soekarno Hatta (Soehat), Jalan Borobudur, Jalan Ahmad Yani hingga sekitaran Exit Tol Madyopuro.

"Apabila terjadi kepadatan, tentu akan segera dilakukan rekayasa lalu lintas."

"Sifatnya situasional dan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Malang Kota," ungkapnya.

Di sisi lain, pemantauan arus lalu lintas juga dilakukan secara real time. Lewat teknologi kamera CCTV yang terhubung langsung dengan ATCS Dishub Kota Malang.

"Kami memakai ATCS dan CCTV untuk memantau pergerakan arus lalu lintas."

"Apabila terpantau ada kepadatan, maka petugas di ATCS bisa melakukan pengaturan nyala lampu lalu lintas hingga mengarahkan petugas di lapangan," pungkasnya.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved