Kota Malang
Libur Nataru 2025/2026 di Kota Malang Bakal Ramai, Mobilitas Masyarakat Diprediksi Naik
Masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Kota Malang diperkirakan bakal ramai dan mengalami peningkatan
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Kota Malang diperkirakan bakal ramai dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu
- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, mobilitas masyarakat saat libur Nataru 2025/2026 di Kota Malang diprediksi meningkat hingga 2,71 persen
- Dengan peningkatan tersebut, maka berdampak langsung pada meningkatnya volume kendaraan baik yang masuk maupun keluar Kota Malang
SURYAMALANG.COM, MALANG - Masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Kota Malang diperkirakan bakal ramai dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, mobilitas masyarakat saat libur Nataru 2025/2026 di Kota Malang diprediksi meningkat hingga 2,71 persen.
Dengan peningkatan tersebut, maka berdampak langsung pada meningkatnya volume kendaraan baik yang masuk maupun keluar Kota Malang.
"Kota Malang ini letaknya berada di tengah-tengah, sehingga juga menjadi jalur alternatif perlintasan menuju Kota Batu atau Kabupaten Malang."
"Semisal kondisi Exit Tol Karanglo menuju Kota Batu sudah padat, maka biasanya dialihkan lewat Exit Tol Pakis atau Exit Tol Madyopuro Kota Malang," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (21/12/2025).
Berdasarkan data Dishub Kota Malang pada masa Nataru 2024/2025, kendaraan roda dua maupun roda empat yang masuk ke Kota Malang mencapai 1.273.336 kendaraan.
Sedangkan yang keluar dari Kota Malang, sebanyak 1.172.277 kendaraan.
Baca juga: Ngantuk saat Berkendara, Mahasiswa UMM Terjun Bebas ke Bawah Jembatan Tunggulmas Kota Malang
Sementara itu pada periode Nataru 2025/2026, kendaraan roda dua maupun roda empat yang masuk ke Kota Malang diprediksi mencapai 1.307.844 kendaraan.
Sedangkan yang mengarah keluar Kota Malang diperkirakan mencapai 1.204.045 kendaraan.
Pria yang akrab dipanggil Jaya ini juga menuturkan, sejumlah titik jalan yang rawan terjadi kemacetan telah dipetakan. Yaitu di kawasan Jalan Soekarno Hatta (Soehat), Jalan Borobudur, Jalan Ahmad Yani hingga sekitaran Exit Tol Madyopuro.
"Apabila terjadi kepadatan, tentu akan segera dilakukan rekayasa lalu lintas."
"Sifatnya situasional dan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Malang Kota," ungkapnya.
Di sisi lain, pemantauan arus lalu lintas juga dilakukan secara real time. Lewat teknologi kamera CCTV yang terhubung langsung dengan ATCS Dishub Kota Malang.
"Kami memakai ATCS dan CCTV untuk memantau pergerakan arus lalu lintas."
"Apabila terpantau ada kepadatan, maka petugas di ATCS bisa melakukan pengaturan nyala lampu lalu lintas hingga mengarahkan petugas di lapangan," pungkasnya.
| Dua Pemuda di Kota Malang Gasak 5 Motor dalam 6 Bulan, Dijual Lewat Marketplace untuk Biaya Hidup |
|
|---|
| Diskopindag Kota Malang Siaga, Pasar Murah Disiapkan Jika Harga Pangan Melonjak |
|
|---|
| Aston Hotel Hadir di Malang, Tersedia Kamar Penthouse dan Kuliner Timur Tengah, Sambut Piala Dunia |
|
|---|
| Terganjal Masalah IPAL, Sejumlah SPPG di Kota Malang Berhenti Sementara |
|
|---|
| Terkait Pengelolaan Velodrome, Pemkot Malang Segera Jajaki Kerja Sama dengan Pemprov Jatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Kepala-Dishub-Kota-Malang-Widjaja-Saleh-Putra-saat-ditemui-SURYAMALANGCOM-Minggu-21.jpg)