Rabu, 10 Juni 2026

Kota Malang

Pengembangan Wisata Heritage dari Kayutangan ke Splendid Perlu Memperhatikan Regulasi dan Sejarah

Pengembangan Wisata Heritage dari Kayutangan ke Splendid Perlu Memperhatikan Regulasi dan Sejarah

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
JEMBATAN SPLENDID - Jembatan Splendid yang menghubungkan Jalan Kahuripan dengan Jalan Majapahit, Kota Malang, Senin (29/12/2025). Jembatan ini masuk kategori cagar budaya. Belakangan, Pemkot Malang berencana untuk memugar kondisi jembatan tersebut. 

"Jadi sudah ada regulasi sejak 1974, tapi jarang diperhatikan dan banyak ditabrak," kata Indra mengingatkan.

Sejarah yang panjang tersebut perlu diketahui agar pengelolaan tetap menjaga nilainya. Pun termasuk rencana memperluas kawasan wisata di area Splendid.

Pemkot Malang berencana memperbaiki jembatan Splendid pada 2026. Sudah ada bagian jembatan yang ambrol. Dari hari ke hari, luasan yang ambrol terus melebar.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan bakal mengupayakan perbaikan tahun depan.

Menurutnya, fondasi Jembatan Splendid kondisinya cukup mengkhawatirkan karena bagian yang ambel terus bertambah.

"Ini termasuk jembatan peninggalan Belanda, akan masuk menjadi perhatian kami. Segera saya rapatkan dengan dinas terkait untuk merencanajan perbaikan," ujar Wahyu Hidayat.

Selain perbaikan plengsengan, Pemkot Malang berencana mempercantik Jembatan Splendid.

Menurut Wahyu, jembatan berpotensi menjadi tujuan wisata baru. Pemkot Malang berencana mengecat jembatan tersebut agar terlihat lebih bagus.

Pemkot Malang telah merencanakan perluasan kawasan wisata heritage dari kawasan Kayutangan hingga kawasan Pasar Splendid. Wahyu mengatakan, kawasan Kayutangan dan sekitarnya berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata.

Di sisi lain, pengembangan wisata secara kesatuan akan menata kembali kawasan Pasar Splendid.

Wahyu mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan membuka diskusi dengan tenaga ahli untuk merancang kawasan tersebut.

Wahyu sendiri sudah berkunjung langsung ke Pasar Splendid untuk melihat potensi yang bisa dikembangkan.

Dari kunjungan tersebut, menurutnya perlu penataan Pasar Splendid agar tidak terkesan kumuh.

"Padahal kawasan ini dekat dengan wisata heritage Kayutangan. Jika dilakukan penataan lebih baik, bisa menjadi alternatif wisata baru," ujarnya.

Sekilas konsep yang ia bayangkan adalah kawasan wisata yang menampilkan suasana pada tahun 1970-an.

Wahyu mengatakan, ia mengingat di masa kecilnya kawasan Splendid menjadi tujuan banyak orang ketika berkunjung ke Kota Malang. Ia ingin menghidupkan kembali nuansa tersebut.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved