Kota Malang
Pasar Talun Jadi Daya Tarik Baru di Kayutangan Heritage, Pemkot Malang Dukung Pengembangannya
Pasar Talun kalau pagi sampai siang menjadi tempat berjualan sayur. Kalau malam jadi pasar kulineran khas Malang dan kita bisa duduk-duduk ala kafe
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Format baru Pasar Talun Kota Malang yang menjad pusat kulineran di malam hari mendapat apresiasi Pemkot Malang.
- Kehadiran Pasar Talun menjadi daya tarik baru di kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang.
- Pasar Talun menjadi pasar kuliner diinisiasi oleh karang taruna. Untuk menarik wisatawan, kita ubah mindsetnya agar tidak jorok dan kebersihannya dijaga lalu rutin menggelar event
SURYAMALANG.COM, MALANG - Kehadiran Pasar Talun menjadi daya tarik baru di kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang.
Selain itu, pasar yang tampil dengan format baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.
Baca juga: Selamat Tahun Baru 2026 ! Parkir di Kawasan Kayutangan Malang yang Semrawut Langsung jadi Perhatian
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, bahwa Pemkot Malang mengapresiasi secara positif dan mendukung pengembangan Pasar Talun.
"Pasar Talun ini memang menjadi daya tarik tersendiri di Kayutangan Heritage. Kalau pagi sampai siang menjadi tempat berjualan sayur - mayur, tetapi kalau malam jadi pasar kulineran khas Malang dan kita bisa duduk-duduk ala kafe," ujar Wahyu , Kamis (1/1/2026).
Dengan kehadiran Pasar Talun dengan format baru tersebut, diharapkan wisatawan dapat lebih mengenal kawasan Kayutangan Heritage.
Karena selama ini, wisatawan lebih mengenal area luar Kayutangan Heritage dan tidak sampai masuk ke dalam gang.
"Yang membuat daya tarik Kayutangan Heritage ini adalah yang di dalam (dalam gang) seperti ini. Sehingga kami berharap, wisatawan yang berkunjung tidak hanya mengenal bagian luarnya saja, melainkan juga di dalamnya," jelasnya.
Oleh karenanya, Pemkot Malang terus mendukung pengembangan yang dilakukan oleh warga.
Harapannya, Pasar Talun yang dulu dikenal sebagai pasar krempyeng dapat semakin dikenal dan menjadi jujugan wisatawan.
"Tentunya dan saya sudah beberapa kali ke sini termasuk mempromosikan bahwa kita punya tujuan atau destinasi wisata yang berbeda, yaitu Pasar Talun ini. Karena Pasar Talun ini adalah jantung hatinya Kayutangan," ungkapnya.
Baca juga: Pengembangan Wisata Heritage dari Kayutangan ke Splendid Perlu Memperhatikan Regulasi dan Sejarah
Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati mengungkapkan perubahan Pasar Talun merupakan inisiasi yang dilakukan oleh karang taruna setempat.
"Pasar Talun menjadi pasar kuliner diinisiasi oleh karang taruna. Untuk menarik wisatawan, kita ubah mindsetnya agar tidak jorok dan kebersihannya dijaga lalu rutin menggelar event. Dalam hal ini, kami juga meminta pendampingan dari Diskopindag maupun Disporapar," bebernya.
Mila menambahkan, bahwa saat ini ada sebanyak 15 tenant yang aktif berjualan.
"Kami berharap banyak warga yang membuka tenant dan berjualan di Pasar Talun. Tentunya harus ada gebrakan layaknya Pasar Klojen maupun Pasar Oro-Oro Dowo," tandasnya.
| Dampak Dolar Melonjak di Pasar Gadang Kota Malang: Harga Tepung Melambung, Sepi Pembeli |
|
|---|
| Anomali Harga Pangan di Kota Malang, Cabai Turun Rp 65 Ribu per Kg, Bawang Merah Tembus Rp 60 Ribu |
|
|---|
| Aston Hotel Hadir di Malang, Tersedia Kamar Penthouse dan Kuliner Timur Tengah, Sambut Piala Dunia |
|
|---|
| Terganjal Masalah IPAL, Sejumlah SPPG di Kota Malang Berhenti Sementara |
|
|---|
| Terkait Pengelolaan Velodrome, Pemkot Malang Segera Jajaki Kerja Sama dengan Pemprov Jatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/FORMAT-BARU-PASAR-TALUN-Wali-Kota-Malang-Wahyu-Hidayat.jpg)