Kota Malang
Amerika Serang dan Tangkap Presiden Venezuela, Dosen UB Malang: Melanggar Hukum Internasional
Amerika Serang dan Tangkap Presiden Venezuela, Dosen UB Malang: Melanggar Hukum Internasional
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat melancarkan serangan ke negara Venezuela dan menangkap presidennya, Nicolas Maduro
- Dosen dan Peneliti di Departemen Politik, Pemerintahan dan Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB) Malang, Adhi Cahya Fahadayna, mengatakan bahwa Amerika jelas melanggar hukum internasional
SURYAMALANG.COM, MALANG - Amerika Serikat melancarkan serangan ke negara Venezuela dan menangkap presidennya, Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026) dinihari.
Gerakan penangkapan ini dinamai Operasi Absolute Resolve, dengan melibatkan sejumlah aset pesawat tempur serta personel pasukan khusus.
Setelah ditangkap, selanjutnya Nicolas Maduro bersama istrinya dibawa ke Amerika Serikat dan akan menjalani proses hukum persidangan.
Dosen dan Peneliti di Departemen Politik, Pemerintahan dan Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB) Malang, Adhi Cahya Fahadayna SHub Int MS, angkat bicara.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut telah melanggar hukum internasional.
"Apa yang dilakukan oleh Amerika jelas melanggar hukum internasional, karena telah menyerang satu negara dengan alasan-alasan yang tidak dibenarkan."
"Sekalipun Nicolas Maduro salah karena menerapkan sistem autokrasi atau diktaktor, tetap tindakan Amerika tidak bisa dibenarkan," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (4/1/2026).
Baca juga: Amerika Serikat Investasi USD 100 Juta ke Jatim, Buka Industri Garmen Skala Ekspor di JIIPE Gresik
Selain tidak mematuhi hukum internasional, Amerika Serikat juga telah melanggar teritorial negara yang berdaulat.
"Seharusnya, pemerintah Indonesia melakukan protes terhadap apa yang telah dilakukan oleh Amerika."
"Karena jika ini dibiarkan, akan membuat suatu pattern atau pola bahwa satu negara bisa seenaknya menyerang negara lain karena ada kepentingan negara adidaya," ungkapnya.
Meski Presiden Amerika, Donald Trump, berdalih penangkapan tersebut terkait aktivitas narkoterorisme yang dilakukan Maduro.
Namun, ia meragukan dan menilai apa yang dilakukan oleh Amerika semata-mata karena ingin mengincar sumber daya minyak Venezuela.
"Alasan utamanya, adalah terkait sumber daya minyak Venezuela."
"Indikasi itu menguat dari siaran pers terakhir Trump, yang menyatakan bahwa Amerika akan menjalankan pengelolaan sumber daya minyak Venezuela dan menjanjikan keuntungan dari pengelolaan untuk pembangunan Venezuela," terangnya.
Terlepas dari apapun alasannya, tetap ia menegaskan bahwa tindakan Amerika tidak dapat dibenarkan dan telah melanggar hukum internasional.
"Untuk masalah minyak dunia, sebetulnya ini tidak bisa dijadikan suatu isu."
"Karena operasi atau invasi militer kepada negara lain, adalah suatu tindakan yang tidak dibenarkan dalam hukum internasional," pungkasnya.
Nicolas Maduro
Venezuela
Amerika Serikat
Donald Trump
Universitas Brawijaya (UB)
Malang
Adhi Cahya Fahadayna
SURYAMALANG.COM
| Diskopindag Kota Malang Siaga, Pasar Murah Disiapkan Jika Harga Pangan Melonjak |
|
|---|
| Aston Hotel Hadir di Malang, Tersedia Kamar Penthouse dan Kuliner Timur Tengah, Sambut Piala Dunia |
|
|---|
| Terganjal Masalah IPAL, Sejumlah SPPG di Kota Malang Berhenti Sementara |
|
|---|
| Terkait Pengelolaan Velodrome, Pemkot Malang Segera Jajaki Kerja Sama dengan Pemprov Jatim |
|
|---|
| Terminal Arjosari Kota Malang Dinilai Cocok sebagai Koridor Baru Bus Trans Jatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Dosen-Universitas-Brawijaya-UB-Malang-Adhi-Cahya-Fahadayna-saat-hadir-dalam-suatu-seminar.jpg)