Rabu, 3 Juni 2026

JADWAL 7 Fenomena Langit Bulan Desember 2025, Ada Hujan Meteor Malam Ini dan Cold Moon

Inilah rangkuman 7 jadwal fenomena langit Desember 2025 yang bisa dinikmati oleh warga Bumi. 

Tayang:
Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Instagram @nola.darius
FENOMENA LANGIT - Foto ilustrasi hujan meteor untuk artikel jadwal fenomena langit bulan Desember 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Rangkuman jadwal fenomena langit di bulan Desember 2025, 
  • Ada hujan meteor, fenomena cold moon hingga fenomena solstis.

 

SURYAMALANG.COM - Inilah rangkuman 7 jadwal fenomena langit Desember 2025 yang bisa dinikmati oleh warga Bumi. 

Mulai dari hujan meteor Pheonicid yang berlangsung malam ini. 

Banyak fenomena langit bulan Desember 2025 yang terjadi secara berurutan. 

Mulai dari hujan meteor, cold moon hingga solstis.

Apa saja Fenomena Langit itu? Berikut penjelasannya.

1 Hujan Meteor Pheonicid – 2 Desember 2025

Fenomena ini membuka rangkaian peristiwa langit Desember, dengan puncak aktivitas 2 Desember 2025.

Pengamatan ideal lewat tengah malam hingga menjelang pagi.

Walau bukan hujan meteor berintensitas besar, kehadirannya menjadi pembuka musim pengamatan meteor di akhir tahun.

HUJAN METEOR 2025 - Ilustrasi gambar hujan meteor menunjukkan keindahan langit yang disinari cahaya.
HUJAN METEOR 2025 - Ilustrasi gambar hujan meteor menunjukkan keindahan langit yang disinari cahaya. (dibuat dengan AI/suryamalang.com)

2. Cold Moon - 4 Desember 2025

Supermoon atau Full Cold Moon terjadi Kamis (4/12/2025).

Momen itu membuat Bulan Purnama terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

Saat oposisi dengan Matahari, Bulan tampak lebih terang dan bulat, memberikan kesempatan mengamatinya dengan jelas tanpa perlu alat khusus.

3. Hujan Meteor Fi Cassiopeid – 6 Desember 2025

Hujan meteor berikutnya adalah Fi-Cassiopeid yang memuncak pada 6 Desember 2025.

Berasal dari rasi Cassiopeia, Fenomena Langit ini paling baik diamati pada malam hari di lokasi minim polusi cahaya.

Intensitasnya tergolong kecil namun tetap menarik untuk disaksikan.

4. Bulan Dekat Jupiter - 7 Desember 2025

Minggu (7/12/2025), bulan akan tampak berada dekat dengan Jupiter di rasi Gemini.

Jaraknya kurang dari 4 derajat, sehingga keduanya bisa terlihat berdekatan di langit.

Hujan Meteor Puppid–Velid & Monocerotid – 7 & 9 Desember 2025

7 Desember 2025, terbentuk dari dua rasi di belahan langit selatan, yaitu Puppis dan Vela.

Posisi Indonesia yang berada di sekitar khatulistiwa memberi peluang pengamatan lebih baik terhadap hujan meteor ini.

Dua hari setelah itu, tepatnya 9 Desember 2025, terjadi hujan meteor Monocerotid.

Fenomena ini berasal dari rasi Monoceros dan dikenal memiliki aktivitas yang sulit diprediksi, kadang menghasilkan semburan meteor yang kuat dalam waktu singkat.

5. Puncak Hujan Meteor Geminid - 14 Desember 2025

Mulai dari Sabtu (13/12/2025) sampai dengan Minggu (14/12/2025), hujan meteor Geminid diperkirakan mencapai puncaknya dengan hingga 150 meteor per jam.  

Kondisi Bulan yang hanya menerangi sebagian kecil langit membuat meteor lebih mudah terlihat.

Hujan Meteor Comae Berenicid & Leonis Minorid - 16 & 20 Desember 2025

Comae Berenicid memuncak pada 16 Desember 2025 dan berasal dari rasi Coma Berenices.

Hujan meteor ini memiliki intensitas lemah sehingga membutuhkan kondisi langit sangat gelap serta ketelatenan dalam pengamatan.

Kemudian pada 20 Desember terjadi hujan meteor Leonis Minorid.

Berasal dari rasi Leo Minor, hujan meteor ini termasuk intensitas rendah namun menjadi penanda mendekatnya solstis, sehingga langit malam perlu benar-benar bebas dari cahaya buatan untuk pengamatan optimal.

6. Solstis (Titik Balik Matahari) – 21 Desember 2025

Solstis terjadi pada 21 Desember 2025 ketika Matahari berada pada posisi paling selatan.

Momen ini menandai awal musim dingin astronomis di belahan Bumi utara dan awal musim panas di belahan selatan, yang sekaligus memengaruhi lama waktu siang dan malam.

7. Hujan Meteor Ursid – 22 Desember 2025

Ursid menjadi hujan meteor penutup bulan ini. Puncaknya 22 Desember 2025. 

Berasal dari rasi Ursa Minor, fenomena ini paling baik dilihat dari belahan utara.

Wilayah Indonesia bagian utara masih berpeluang mengamati sebagian aktivitas hujan meteor tersebut.(*)

(SURYAMALANG.COM/TRIBUNPALU.COM)

Ikuti saluran SURYAMALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved