Sabtu, 2 Mei 2026

Ramadhan 2026

Niat Iktikaf di Masjid Ramadhan 1447 H Lengkap Tata Cara Serta Rukunnya

Ibadah iktikaf menjadi momen paling dinanti untuk bermuhasabah dan berburu kemuliaan malam seribu bulan. Simak niat dan rukunnya.

Tayang:
SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
NIAT IKTIKAF MASJID - Jemaah Aboge saat menggelar Salat Tarawih, pada Rabu (18/2/2026) malam. Tahun ini, awal Ramadhan Jemaah Aboge sama dengan ketetapan pemerintah meski hitungannya menggunakan kalender Jawa. Kini setelah memasuki bulan Ramadhan 1447 H/2026 M, umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah iktikaf guna meraih keutamaan malam Lailatul Qadar. 
Ringkasan Berita:
  • Berdiam diri di dalam masjid dalam jangka waktu tertentu untuk mencari ridha Allah dan melakukan introspeksi diri.
  • Menjadi sarana utama meraih malam Lailatul Qadar; Rasulullah SAW sangat menganjurkan pelaksanaannya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
  • Iktikaf dinyatakan sah jika memenuhi empat rukun (niat, berdiam diri, tempat di masjid, dan orang yang beriktikaf) serta syarat berupa beragama Islam, berakal sehat, dan suci dari hadas besar.

SURYAMALANG.COM, - Memasuki bulan Ramadhan 1447 H/2026 M, umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah iktikaf guna meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.

Ibadah berdiam diri di masjid ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya bermuhasabah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW menyebut, iktikaf di sepuluh malam terakhir bagaikan beribadah bersama beliau. 

Agar ibadah berjalan sempurna, penting bagi jemaah untuk memahami rukun, syarat sah, hingga ragam pendapat ulama mengenai pelaksanaan iktikaf, baik di masjid maupun di ruangan khusus dalam rumah.

Pengertian dan Keutamaan Iktikaf

Melansir laman baznas.go.id, Iktikaf adalah diam beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah untuk mencari ridha Allah SWT serta bermuhasabah atau intropeksi diri terhadap perbuatan yang dilakukan selama ini.

Keutamaan Iktikaf sangalah besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih malam penuh kemuliaan yakni malam Lailatur Qadar.

Baca juga: Doa Ramadhan Hari ke-3 Sabtu 21 Februari 2026, Lengkap dengan Doa Qunut Subuh

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW, bahkan mengatakan Iktikaf di 10 malam terakhir bagaikan beriktikaf bersama beliau. 

“Siapa yang ingin beri`tikaf bersamaku, maka beritikaflah pada sepuluh malam terakhir,” (HR Ibnu Hibban).

Rukun dan Syarat Sah Iktikaf

Terdapat empat rukun Iktikaf di antaranya sebagai berikut:

1. Niat

2. Berdiam diri di masjid sekurang-kurangnya selama tumaninah salat

3. Masjid sebagai tempat Iktikaf, dan orang yang beriktikaf. 

Adapun syarat sah untuk Iktikaf sebagai berikut:

1. Beragama Islam

2. Berakal sehat

3. Bebas dari hadas besar.

Bacaan Niat Iktikaf

Niat untuk Iktikaf adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيهِ

Latin: Nawaitu an a`takifa fi hadzal masjidil ma dumtu fih 

Artinya: “Saya berniat iktikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.” 

Niat Iktikaf lain:

Selain itu, terdapat bacaan niat iktikaf lain yang dikutip dari Kitab Al-Majmu` karya Imam An-Nawawi:

نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالى

Latin: Nawaitul i`tikafa fi hadzal masjidil lillahi ta`ala 

Artinya: “Saya berniat i`tikaf di masjid ini karena Allah SWT.”

Tata Cara dan Ragam Pendapat Iktikaf di Rumah

Menurut Nahdlatul Ulama, Iktikaf bisa dilakukan di ruangan yang dikhususkan untuk salat yang terdapat di rumah masing-masing.

Melaksanakan Iktikaf di ruangan dalam rumah yang dikhususkan untuk salat hukumnya boleh dan sah dilakukan bagi perempuan menurut pandangan Imam Abu Hanifah dan qaul qadim (pendapat lama) Imam Syafi`i.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Malang Raya, Surabaya, Blitar Sabtu 21 Februari 2026, Lengkap dengan Waktu Subuh

Sedangkan bagi laki-laki juga sah dan diperbolehkan menurut pandangan sebagian ulama mazhab Syafi`i, dengan mengikut pada nalar “Jika salat sunnah saja yang paling utama dilakukan di rumah, maka i`tikaf di rumah semestinya bisa dilakukan”.

Dengan demikian dapat disimpulkan melaksanakan iktikaf di ruangan khusus untuk salat yang terdapat di rumah merupakan persoalan khilafiyah atau ada ragam pendapat.

Tata Cara Iktikaf

Selama Iktikaf, perbanyak salat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Salat yang bisa dilakukan antara lain salat wajib, salat sunnah seperti tarawih, tahajud, salat witir, salat hajat, dan sebagainya. 

Selain itu, bisa dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur`an, membaca dzikir, bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Daftar Sunnah Rasulullah SAW Selama Ramadhan 1447 H: Bagi Takjil hingga Banyak Istigfar

Saat Iktikaf, kita dianjurkan untuk lebih banyak berdiam diri dan memohon ampunan pada Allah SWT.

Dalam risalah Imam al-Ghazali berjudul al-Adab fid Din dalam Majmu`ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah) halaman 435, disebutkan ada 8 adab Iktikaf.

"Adab i`tikaf, yakni: terus menerus berdzikir, penuh konsentrasi, tidak bercakap-cakap, selalu berada di tempat, tidak berpindah-pindah tempat, menahan keinginan nafsu, menahan diri dari kecenderungan menuruti nafsu dan menaati Allah azza wa jalla."

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved