Senin, 4 Mei 2026

Timnas Indonesia

Kabar Patrick Kluivert: Masih Berambisi Latih Timnas Indonesia, Ingin Bertahan Tapi Gagal Total

Dari Jakarta kembali ke jalanan Amsterdam! Usai mengakhiri kerja sama dengan Timnas Indonesia, Patrick Kluivert resmi memulai babak baru.

Tayang: | Diperbarui:
Instagram @johancruyff/@patrickkluivert9
KABAR PATRICK KLUIVERT - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert setelah meninggalkan Indonesia saat ini bertugas sebagai duta Cruyff Foundation dalam postingan yang dibagikan di akun Instagram-nya Selasa (17/2/2026). Setahun setelah mengakhiri masa jabatannya yang penuh polemik di kursi kepelatihan Timnas Indonesia, Patrick Kluivert akhirnya angkat bicara mengenai babak kelam dalam karier manajerialnya tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Patrick Kluivert secara terbuka mengakui sebenarnya ingin melanjutkan tugasnya memimpin Timnas Indonesia meskipun kerja samanya dengan PSSI telah berakhir.
  • Masa jabatannya berakhir pahit setelah skuad Garuda tidak berkutik di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
  • Kluivert memuji fanatisme luar biasa dari 300 juta masyarakat Indonesia dan merasa gairah sepak bola di tanah air adalah sesuatu yang fantastis dan belum pernah ia temui sebelumnya.

SURYAMALANG.COM, - Setahun setelah mengakhiri masa jabatannya yang penuh polemik di kursi kepelatihan Timnas Indonesia, Patrick Kluivert akhirnya angkat bicara mengenai babak kelam dalam karier manajerialnya tersebut.

Legenda sepak bola Belanda yang datang dengan ekspektasi besar untuk menggantikan posisi Shin Tae-yong pada awal tahun 2025 lalu ini secara mengejutkan mengakui dirinya masih memendam ambisi besar untuk menakhodai skuad Garuda.

Meski misinya membawa Thom Haye dan kawan-kawan ke putaran final Piala Dunia 2026 berakhir tragis dengan kegagalan total di putaran keempat yang diikuti merosotnya ranking FIFA Indonesia secara tajam, Kluivert secara jujur menyatakan sebenarnya ingin bertahan lebih lama di tanah air.

Baca juga: Nasib Pemain Berlabel Timnas Ricky Pratama Dipanggil Manajemen PSM Makassar Terkait Dugaan Kekerasan

Puncak dari situasi sulit tersebut terjadi ketika Patrick Kluivert dan staf pelatihnya menolak untuk menemui suporter di stadion setelah laga melawan Irak, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Belanda.

Momen Kontroversial dan Kesan Spesial di Indonesia

Meski diwarnai huru-hara, Kluivert menjelaskan melatih timnas memberikan pengalaman yang sangat spesial bagi dirinya.

Apalagi, Kluivert sempat mendapatkan sambutan meriah serta dukungan penuh bersama jajaran staf pelatih yang ia bawa dari Belanda.

Selain itu, pengalaman ini menjadi hal yang positif bagi kariernya setelah berpisah dengan timnas Curacao.

"Itu luar biasa (menjadi pelatih timnas Indonesia)," kata Patrick Kluivert dilansir dari laman VoetbalPrimeur melalui BolaSport.com (grup suryamalang), Jumat, (20/2/2026).

Baca juga: Nasib Timnas Indonesia U23 Gagal ke Asian Games 2026, John Herdman Fokus di Level Senior

Pelatih berusia 49 tahun ini melanjutkan, suporter menjadi alasan utama skuad Garuda berjuang keras di semua ajang.

Kluivert mengakui, Timnas Indonesia memiliki pendukung yang sangat fanatik dan selalu setia hadir memberikan dukungan langsung.

Sebagai sosok yang besar di Eropa, Kluivert melihat hal ini sebagai sesuatu yang positif karena bisa menyaksikan gairah sepak bola yang begitu masif di daratan yang berbeda.

"Saya belum pernah bekerja di tengah kegilaan seperti itu. Tiga ratus juta orang yang gila sepak bola. Saya bekerja dengan fantastis," terangnya.

Kegagalan Target dan Harapan yang Pupus

Terkait pekerjaannya di timnas, Kluivert menyadari sepenuhnya mereka telah gagal mencapai target yang ditetapkan.

Hal inilah yang membuat dirinya dan tim sepakat untuk mengakhiri kontrak kerja sama dengan PSSI.

Namun, secara jujur Kluivert mengakui sebenarnya masih ingin melanjutkan tugas memimpin skuad Garuda.

Baca juga: Jadwal Lengkap FIFA Series Maret 2026: Ujian Perdana John Herdman dan Potensi Hadapi Timnas Eropa

Tentunya, keinginan tersebut kini hanya tinggal harapan karena namanya sudah terlanjur menjadi sorotan setelah tidak mampu memberikan prestasi terbaik.

Setelah meninggalkan Indonesia, Kluivert saat ini bertugas sebagai duta Cruyff Foundation.

"Tetapi sayangnya tidak mencapai apa yang kami targetkan. Saya ingin terus melanjutkannya, tetapi itu tidak mungkin," tutup Kluivert.

Pekerjaan Baru dan Misi Sosial di Cruyff Foundation

Patrick Kluivert bergabung dengan Cruyff Foundation, sebuah organisasi nirlaba (badan amal) yang didirikan oleh legenda sepak bola Belanda, Johan Cruyff, pada tahun 1997.

Bisa disebut, Patrick Kluivert kembali ke lingkungan masa kecilnya di Amsterdam untuk menjalankan misi sosial. 

Pria berusia 49 tahun tersebut, didapuk sebagai duta Cruyff Foundation untuk meresmikan lapangan sepak bola bernama Cruyff Court Patrick Kluivert pada Rabu (18/2/2026).

Baca juga: Jadwal Lengkap Super League Awal Ramadhan: Persib Vs Persita, Madura United Vs Arema FC

Lokasi lapangan itu dibangun tepat di tempat Patrick Kluivert tumbuh besar dan bermain sepak bola.

Sebelumnya, area tersebut hanya berupa lahan kosong tanpa fasilitas olahraga.

Namun kini, tempat itu telah disulap menjadi ruang aktivitas yang hidup, multifungsi, dan ramah anak, sekaligus menjadi titik temu masyarakat setempat untuk berolahraga, berinteraksi, serta membangun komunitas yang lebih positif.

'Dari jalanan Amsterdam-Noord hingga stadion-stadion terbesar di dunia. Kini ia kembali sebagai duta Cruyff Foundation' tulis Patrick Kluivert di akun Instagram-nya.

Nostalgia dan Filosofi Pengembangan Karakter

Patrick Kluivert memang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kawasan tersebut.

Di sanalah Kluivert mengasah kemampuan dasar sepak bolanya sebelum akhirnya ditemukan oleh pemandu bakat dan direkrut oleh akademi Ajax.

Bisa dibilang, Ajax merupakan klub yang menjadi batu loncatan karier profesionalnya hingga berhasil menembus level elite Eropa.

Baca juga: Daftar 23 Pemain Arema FC Berangkat Lawan Madura United Tanpa Betinho dan Pablo Oliveira

"Pada Rabu, 18 Februari, kami membuka Cruyff Court Patrick Kluivert, tepat di lingkungan tempat ia tumbuh besar, bermain sepak bola jalanan, dan ditemukan oleh Ajax," lanjutnya.

Program pembangunan lapangan ini merupakan bagian dari misi sosial yayasan tersebut. 

Filosofi Cruyff menekankan pentingnya ruang bermain yang aman dan inklusif bagi anak-anak sebagai sarana pembentukan karakter, disiplin, serta kepercayaan diri sejak usia dini.

(BolaSport.com/BolaSport.com)

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved