Jumat, 12 Juni 2026

Arema FC

Berita Arema FC Hari Ini Populer: Dalberto Pergi, Sengketa Logo Singa Bertindik Berproses di DJKI

Arema FC tengah menghadapi dua kabar penting sekaligus: kepergian Dalberto dan perjuangan hukum logo Singa Bertindik.

Tayang: | Diperbarui:
Instagram @aremafcofficial
BERITA AREMA POPULER - Dalberto Luan Bello saat melakukan selebrasi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang usai merayakan golnya untuk Arema FC dalam kompetisi Super League 2025-2026. Penyerang berusia 32 tahun itu diumumkan hengkang dari Arema FC pada Kamis (11/6/2026) setelah proses negoisasi yang alot, terangkum dalam berita Arema FC hari ini populer. 
Ringkasan Berita:
  • Arema FC resmi kehilangan Dalberto Luan Bello setelah kontraknya habis pada 10 Juni 2026 akibat kegagalan negosiasi perpanjangan. 
  • Di saat bersamaan, manajemen klub juga masih menunggu proses pendaftaran dan penyelesaian sengketa logo Singa Bertindik yang tengah diproses di DJKI. 
  • Kedua isu ini menjadi perhatian besar karena menyangkut aspek teknis tim dan identitas klub Singo Edan.

SURYAMALANG.COM, MALANG - Arema FC menjadi sorotan setelah dua isu besar mencuat sekaligus dalam waktu berdekatan.

Striker andalan mereka, Dalberto Luan Bello, resmi berpisah usai kontraknya berakhir dan negosiasi tak menemui kata sepakat.

Di sisi lain, proses hukum terkait sengketa logo Singa Bertindik masih terus berjalan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Berikut ulasan selengkapnya:

Dalberto Pergi Dari Arema FC

Kontrak Dalberto dengan Arema FC berakhir pada 10 Juni 2026 lalu.

Sebenarnya, manajemen Singo Edan ingin mempertahankan penyerang asal Brasil tersebut untuk menghadapi musim 2026/2027. Namun, proses negosiasi yang berlangsung cukup alot membuat kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membenarkan kontrak Dalberto bersama Arema FC telah berakhir.

"Kami sudah menjalin komunikasi dengan Dalberto. Akan tetapi permintaan angkanya melebihi dari batas kemampuan kita. Jadi sepertinya, mungkin kami lepas," kata Inal kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Berita Arema FC Hari Ini Populer: Dedik Setiawan Hengkang Setelah 10 Tahun, Era Loyalitas Berakhir

Inal tidak menampik, Dalberto merupakan salah satu pemain penting Arema FC dalam dua musim terakhir.

Menurut Inal, kontribusi sang striker sangat besar dalam membantu mengangkat performa tim di kompetisi Super League.

Selama dua musim berseragam Singo Edan, Dalberto mencatatkan 34 gol dari 61 penampilan di Super League.

Pemain berusia 31 tahun itu, juga turut mempersembahkan gelar juara Piala Presiden 2024 pada musim pertamanya bersama Arema FC.

Dalberto direkrut Arema FC pada musim 2024/2025 dari Madura United bersama Lucas Frigeri serta sejumlah pemain lokal seperti Salim Akbar, Adrian Casvari, Ikhsan Lestaluhu, dan Anwar Rifai.

Sebelum bergabung dengan Arema FC, performa Dalberto saat membela Madura United belum terlalu menonjol.

Kala itu, Dalberto hanya tampil dalam 13 pertandingan dengan catatan lima gol dan tiga assist. Namun, situasinya berubah drastis ketika berseragam Arema FC.

Dalberto menjelma menjadi penyerang haus gol dan kerap bersaing dalam perburuan gelar top skor Super League.

Tak heran jika performa impresif tersebut membuat banyak klub mulai melirik jasanya untuk musim depan.

Manajemen Arema FC juga mengetahui adanya rumor terkait masa depan Dalberto.

"Setahu saya dari kabar yang beredar katanya diminati oleh klub asal Brunei Darussalam DPMM. Bahkan pihak klub juga sudah memberikan informasi resmi," kata Inal.

Baca juga: Rekam Jejak Ze Gomes Bersama Arema FC Buat Madura United Yakin, Siap Kembalikan Tim ke Puncak

Berdasarkan informasi, selain klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC, terdapat sejumlah klub Super League yang juga meminati Dalberto, beberapa di antaranya Bhayangkara FC dan klub promosi Garudayaksa FC.

Saat ini, Dalberto masih berada di Brasil untuk menikmati masa liburan bersama keluarganya.

Dalberto juga cukup aktif membagikan aktivitasnya selama berada di kampung halaman melalui media sosial.

Menjelang berakhirnya kompetisi musim lalu, Dalberto sempat berbicara mengenai masa depannya, yang saat itu masih belum menemui kejelasan seiring kontraknya yang segera habis bersama Arema FC.

Dalberto juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Arema FC dan Aremania yang telah memberikan dukungan selama dua musim dirinya menjadi bagian dari Singo Edan.

"Saya telah menghabiskan waktu dua musim di sini dan meraih banyak hal bersama rekan-rekan se-tim, di sini saya tidak sendirian, tetapi saya senang dengan pencapaian yang saya lakukan secara individu," ungkap Dalberto.

Meski mengaku nyaman dan betah tinggal di Malang, saat itu Dalberto mengaku belum mengetahui bagaimana kelanjutan kariernya bersama Arema FC.

Baca juga: 3 Pemain Asli Malang Resmi Tinggalkan Arema FC, Pernah Dipinjamkan ke Deltras dan RANS

Dalberto memilih pulang ke Brasil untuk beristirahat setelah menjalani musim yang panjang sebelum menentukan langkah berikutnya.

"Musim depan saya masih belum tahu. Karena manajemen belum berbicara dengan saya dan belum memanggil saya untuk mengobrol," ujarnya. 

"Sekarang saya akan pulang ke rumah, saya akan beristirahat, dan mari kita lihat apa yang akan terjadi di musim depan. Oke," tandas Dalberto

Sengketa Logo Singa Bertindik Berproses

Di sisi lain, manajemen Arema FC telah mengajukan pendaftaran logo Singa Bertindik melalui jalur resmi ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Langkah tersebut diambil sebagai respons setelah ada pihak lain yang lebih dulu mendaftarkan logo tersebut atas nama pribadi.

Oleh karena itu, Arema FC siap menempuh berbagai langkah hukum maupun administratif untuk memperjuangkan logo yang selama ini identik dengan klub berjuluk Singo Edan tersebut.

Saat dikonfirmasi pada Rabu (10/6/2026) malam, General Manager Arema FC, M Yusrinal Fitriandi, menegaskan logo Singa Bertindik bukan sekadar gambar atau identitas visual biasa.

Menurut pria yang akrab disapa Inal itu, logo tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Arema FC dan Aremania, serta memiliki nilai historis yang tidak dapat dipisahkan dari identitas klub.

"Bagi Arema FC, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, tetapi bagian dari identitas klub yang memiliki sejarah panjang dan melekat dalam perjalanan Arema," kata Inal.

Baca juga: Berita Arema FC Hari Ini Populer: Total 7 Pemain Angkat Kaki, Resmi Depak Andrian Casvari dan Aswin

Inal menjelaskan, langkah keberatan yang diajukan manajemen merupakan bentuk komitmen untuk melindungi identitas klub sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Saat ini, proses pendaftaran logo yang diajukan Arema FC masih berjalan dan memasuki tahapan administrasi sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah.

Inal juga memastikan seluruh proses yang ditempuh klub masih berada di jalur yang benar atau on track.

Oleh karena itu, manajemen memilih menghormati seluruh prosedur hukum yang sedang berlangsung.

"Yang perlu dipahami publik adalah bahwa Arema FC sudah mendaftarkan logo Singa Bertindik melalui jalur resmi. Saat ini prosesnya masih berjalan dan berada pada jalur yang semestinya" jelas Inal.

"Kami menghormati seluruh mekanisme yang berlaku dan memilih mengikuti setiap tahapan secara profesional," tambahnya.

Di tengah besarnya perhatian Aremania terhadap polemik ini, Inal menegaskan fokus utama manajemen saat ini adalah menunggu terbitnya legalitas resmi dari pemerintah.

Dokumen tersebut nantinya akan menjadi dasar hukum bagi Arema FC untuk menentukan langkah berikutnya.

"Kami masih menunggu keluarnya legalitas resmi dari pemerintah, setelah seluruh dokumen dan pengesahan tersebut diterbitkan, barulah kami memiliki dasar hukum yang kuat untuk melangkah ke tahap berikutnya," katanya.

Baca juga: Berita Arema FC Hari Ini Populer: Iksan Lestaluhu Resmi Dilepas, Aturan Baru Cari Presidium Aremania

Meski legalitas nantinya telah terbit, Inal mengingatkan penggunaan logo baru tidak serta-merta bisa langsung diterapkan secara menyeluruh dalam waktu singkat.

Sebagai perusahaan profesional yang mengelola klub sepak bola, Arema FC memiliki banyak kerja sama dengan sponsor, vendor, mitra produksi, hingga partner komersial yang harus disesuaikan apabila terjadi perubahan identitas visual klub.

Menurut Inal, proses transisi logo akan berdampak luas terhadap berbagai aspek operasional dan bisnis klub, mulai dari merchandise, perlengkapan pertandingan, dokumen korporasi, aset digital, hingga materi promosi yang sudah diproduksi.

"Ada kontrak yang berjalan, ada materi produksi yang sudah dibuat, ada inventaris yang masih digunakan, serta berbagai aspek bisnis lainnya yang harus diperhitungkan secara cermat" urainya. 

"Karena itu, apabila nantinya proses legalitas telah selesai, kami tetap memerlukan waktu untuk melakukan transisi secara profesional dan bertanggung jawab," imbuh Inal.

Inal juga mengajak Aremania untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada manajemen dalam mengawal proses hukum yang sedang berjalan.

Pihaknya memastikan, setiap keputusan yang diambil akan mengedepankan aspek hukum, profesionalisme, serta kepentingan jangka panjang Arema FC.

"Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan Aremania terhadap identitas Arema. Kami akan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi klub," tandasnya.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved