Malang Raya

UIN Maliki Mulai Bangun Kampus III di Kota Batu dengan Biaya Awal Pembangunan Rp 50 M

"Sesuai kontrak, pembangunan kampus UIN di Kota Batu ini harus selesai dalam waktu empat bulan atah berakhir pada 31 Desember 2016,"

UIN Maliki Mulai Bangun Kampus III di Kota Batu dengan Biaya Awal Pembangunan Rp 50 M
SURYAMALANG.COM/Achmad Amru Muiz
Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko bersama Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Mudjia Rahardjo menekan tombol sirine tanda dimulainya pembangunan kampus III di Kota Batu, Kamis (18/8/2016). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang meresmikan dimulainya pembangunan Kampus III Di Kota Batu, Jawa Timur.

Dalam tahap awal pembangunan Kampus III UIN mengalokasikan biaya pembangunan sebesar Rp 50 miliar yang diperoleh dari Surat Berharga Syariah (SBS) Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) RI.

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Mudjia Rahardjo mengatakan, pembangunan kampus III yang bakal dipergunakan untuk Fakultas Kedokteran UIN tersebut dibangun diatas lahan seluas 6.200 meter persegi. Kampus akan terdiri dari empat lantai terbagi menjadi 21 ruang kuliah, 24 ruang laboratorium dan ruang pendukung lain.

"Sesuai kontrak, pembangunan kampus UIN di Kota Batu ini harus selesai dalam waktu empat bulan atah berakhir pada 31 Desember 2016," kata Mudjia Rahardjo dalam peresmian tiang panjang pertama pembangunan Kampus III UIN di Kota Batu, Kamis (18/8/2016).

Dijelaskan Mudjia, dengan dimulainya pembangunan Kampus III UIN di Kota Batu sebetulnya belum seluruh proses perizinan diselesaikan semuanya. Akan tetapi, seluruh persyaratan dan prosedur perizinan telah lengkap dan dilaksanakan sesuai aturan yang ada. Ini dikarenakan pihaknya tidak ingin dalam pembangunan Kampus III UIN di Kota Batu ada kendala.

"Jadi, kami telah meminta semua izin dilengkapi sesuai aturan yang ada. Karena bagaimanapun pembangunan kampus ini akan melalui audit BPK," ucap Mudjia Rahardjo.

Setelah pembangunan kampus III tahap awal selesai, tambah Mudjia Rahardjo, akan dilanjutkan pembangunan kampus secara besar-besaran mulai tahun 2018 mendatang.

Ini dikarenakan pada tahun ini dan tahun depan, UIN mulai melakukan pemaparan ke Bappenas untuk melanjutkan pembangunan kampus tahapan berikutnya.

"Kami perkirakan pada tahun 2017 proses usulan pendanaan ke Bappenas selesai, dan baru pertengahan tahun 2018 nanti pembangunan besar-besaran bisa dilakukan," tandas Mudjia Rahardjo.

Untuk tanah untuk pembangunan kampus III UIN di Kota Batu, menurut Mudjia Rahardjo, luasanya mencapai 100 hektar. Akan tetapi, dari luasan tanah tersebut nantinya hanya akan dipergunakan sekitar 35 hektar (35 persen) untuk pembangunan fisik.

Sisa luas lahan sekitar 65 hektar (65 persen) akan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau untuk mendukung kegiatan perkuliahan di Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknis, Fakultas MIPA, dan Diploma.

"Yang pasti, di Kampus III UIN Kota Batu ini nantinya total akan mampu menampung 5.000 mahasiswa. Dan Kampus III ini akan menjadi yang terbesar dimiliki UIN nantinya," ucap Mudjia Rahardjo.

Dan sebagai pelengkap Fakultas Kedokteran UIN di Kota Batu, imbuh Mudjia Rahardjo, UIN akan membangun Rumah Sakit sendiri dalam waktu tiga tahun kedepan yang harus sudah berdiri dan beroperasi penuh.

Dimana nantinya Rumah Sakit Pendidikan tersebut akan menjadi tempat Mahasiswa Kedokteran UIN untuk bisa menjalankan kegiatan praktek.

"Hanya saja kami masih mencari lahan untuk pendirian Rumah Sakit UIN tersebut, dan kami sangat senang bila Rumah Sakit itu bisa didirikan di Kota Batu," ujar Mudjia Rahardjo.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved