Kediri

Jika Harga Rokok Benar-Benar Naik, Wali Kota Kediri Akan Berhenti Merokok

Di Kota Kediri ada industri rokok PT Gudang Garam Tbk. Di mana sebagian besar karyawannya merupakan warga Kota Kediri.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, mengaku sedikit khawatir dengan rencana pemerintah yang akan menaikkan tarif pita cukai rokok hingga 200 persen. Karena dampak kenaikan berakibat harga rokok bakal semakin mahal.

"Karena karyawan yang bekerja di pabrik rokok kan sangat banyak. Tentu kami sedikit khawatir, tapi mudah-mudahan tidak ada kendala," ungkap Abdullah Abu Bakar kepada sejumlah wartawan, Minggu (21/8/2016).

Apalagi di Kota Kediri ada industri rokok PT Gudang Garam Tbk. Di mana sebagian besar karyawannya merupakan warga Kota Kediri.

Wali kota berharap industri rokok masih terus dapat bertahan di tengah rencana pemerintah untuk menaikkan tarif pita cukai rokok.

"Semoga industrinya masih dapat bertahan. Apalagi pendapatan dari pita cukai rokok untuk negara juga masih besar," ungkapnya.

Dikatakan, Pemkot Kediri juga terus berupaya untuk menggeser ketergantungan masyarakat Kota Kediri terhadap industri rokok. Salah satunya dengan memunculkan usaha menengah kecil mikro (UMKM).

"Sekarang sudah mulai bermunculan UMKM baru di Kota Kediri," ungkapnya.

Namun Pemkot Kediri tentu tidak dapat berbuat banyak jika pemerintah pusat benar-benar merealisasi kenaikan tarif pita cukai.

"Kami dari pemerintah daerah hanya dapat menyelaraskan dengan keputusan pemerintah pusat," ungkapnya.

Jika benar-benar harga rokok bakal naik, maka yang dapat dilakukan masyarakat sebaiknya berhenti untuk merokok.

"Kalau harganya mahal saya akan berhenti merokok," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved