SuryaMalang/

Malang Raya

Wow, Pemkot Malang Revisi Perda RTRW, Tinggi Maksimal Bangunan Bisa Capai 40 Lantai

Sudah banyak pengusaha yang ingin mengajukan pembangunan di atas 20 lantai, namun terganjal aturan.

Wow, Pemkot Malang Revisi Perda RTRW, Tinggi Maksimal Bangunan Bisa Capai 40 Lantai
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Bangunan tinggi di Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Tinggi maksimal bangunan di Kota Malang akan ditambah dari 20 lantai menjadi 30 hingga 40 lantai. Perubahan ini menyusul revisi Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) yang sedang disusun Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Tinggi maksimal bangunan tidak akan merata di seluruh wilayah. Indikator yang akan dipakai adalah titik lokasi dan kekuatan tanah. Penentuan titik lokasi menyesuaikan aturan penerbangan dan pemandangan.

Izin bangunan tinggi tidak akan diberikan dengan wilayah yang dekat dengan bandara. Selain itu, bangunan tinggi juga tidak diizinkan di wilayah yang akan menutupi pemandangan.

“Melihat dari Stasiun Malang ke barat bagaikan melihat putri sedang tidur (pemandangan pegunungan, red.). Kalau itu mau dipertahankan, jarak pandang itu harus diatur,” kata Wasto, Kepala Bappeda Kota Malang, Rabu (30/11/2016).

Sementara tingkat kekuatan tanah bisa ditentukan melalui uji tanah oleh tim ahli. Perda yang mengatur tinggi bangunan itu akan diserahkan ke DPRD Kota Malang awal 2017.

Dia berharap Perda bisa dibahas dan disahkan pada 2017 juga. Sehingga aturan tinggi maksimal jadi 30 hingga 40 lantai bisa diterapkan pada 2018.

Menurut Wasto, sudah banyak pengusaha yang ingin mengajukan pembangunan di atas 20 lantai, namun terganjal aturan tersebut. Sebagian besar adalah bangunan hotel dan apartemen. Secara ekonomis, bangunan hotel dan apartemen akan fisibel jika ketinggiannya di atas 20 lantai.

Dia mengklaim, rencana ini sudah disampaikan juga kepada para akademisi dan ahli tata kota. Hasilnya, Kota Malang dianggap sudah perlu menambah batas maksimal bangunan tinggi.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help