Malang Raya

Taman Singha di Kota Malang dalam Waktu Dekat, Ini Bocoran Fasilitas yang Akan Ada di Taman Itu

Taman itu dilengkapi skatepark, permainan BMX, dan area senam. Erik berharap penataan taman di sisi utara area sepeda udara itu bisa segera dimulai.

Taman Singha di Kota Malang dalam Waktu Dekat, Ini Bocoran Fasilitas yang Akan Ada di Taman Itu
istimewa
Kebun Bibit Mojolangu, Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Pemkot Malang segera membenahi Taman Singha Merjosari. Taman yang berada di Lowokwaru itu mendapat kucuran dana Company Social Responsibility (CSR)  dari perusahaan telekomunikasi nasional sebesar Rp 500 juta.

“Lahan seluas 500 meter persegi di Taman Merjosari akan diperbaiki melalui dana CSR. Lahan itu dikonsep menjadi area olahraga dan bermain untuk generasi muda,” ujar Erik Setyoa Santoso, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (17/6/2017).

Taman itu dilengkapi skatepark, permainan BMX, dan area senam. Erik berharap penataan taman di sisi utara area sepeda udara itu bisa segera dimulai. Diharap taman itu bisa diresmikan saat agenda Apeksi digelar di Kota Malang pada Juli 2017.

Selain mendapat dana CSR, Disperkim Kota Malang juga mendapat hibah dari pemerintah pusat untuk perbaikan taman kota.

Hibah kali ini datang dari Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR). Hibah sebesar Rp 4,5 miliar itu dalam bentuk bangunan fisik di Taman Mojolangu dan Taman Tunggulwulung.

Penyerahan hibah dilakukan di Pendapa Kementerian PUPR pada Jumat (16/6/2017) sore. Wali Kota Malang, M Anton menerima dan menandatangani berita acara penyerahan aset tersebut bersama Dirjen Cipta Karya, Sri Hartoyo.

Dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM, Sri Hartoyo mengatakan total nilai aset yang dihibahkan kepada pemerintah daerah (pemda) se-Indonesia sebesar Rp 421 miliar. Aset itu mencakup penataan bangunan dan permukiman, peningkatan kualitas bangunan dan permukiman,  dan beberapa objek lain.

Setelah aset diserahkan kepada pemerintah daerah, Dirjen Cipta Karya tidak bertanggung jawab pada operasional dan perawatan. Tanggung jawabnya dilimpahkan ke pemda selaku penerima aset.

“Pengoperasian dan perawatan dibiayai APBD,” kata Sri Hartoyo.

Menanggapi hal itu, M Anton mengatakan Pemkot Malang akan memanfaatkan dua aset tersebut untuk kepentingan masyarakat.

“Saya atas nama Pemkot Malang berterima kasih atas hibah aset dari Kementerian PUPR ini,” kata Anton.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved