SuryaMalang/

Travelling

Gagal Jadi Wali Kota Batu, Abdul Majid Banting Setir Jadi Pengusaha Kuliner

"Sebagai warga Kota Batu, saya juga ingin ikut andil dalam mengembangkan kota wisata. Tak hanya dari pariwisata, tetapi juga dari kulinernya,"

Gagal Jadi Wali Kota Batu, Abdul Majid Banting Setir Jadi Pengusaha Kuliner
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Abdul Majid 

SURYAMALANG.COM, BATU - Lama tak terdengar kabarNYA, ditemui di warung makan miliknya, Abdul Majid (52) terlihat santai, Rabu (5/7/2017). Siapa sangka ia yang pernah mencalonkan diri sebagai Calon Wali Kota Batu dalam Pilkada 2017 ini banting setir di bidang kuliner.

Majid, warga asli Kota Batu ini mengatakan meskipun dirinya kalah dalam pemilihan Wali Kota Batu, ia tak mau terus-terusan terpuruk. Usaha kuliner yang ia jalani baru 2,5 bulan ini memang ide dan dorongan dari keluarganya.

"Sebagai warga Kota Batu, saya juga ingin ikut andil dalam mengembangkan kota wisata. Tak hanya dari pariwisata, tetapi juga dari kulinernya," kata Majid saat ditemui di Warung Raja Nikmat miliknya di Jalan Suropati, Rabu (5/7/2017).

Ada berbagai makanan yang ditawarkan seperti rawon, soto daging, aneka lalapan, siomay, batagor, bakso daging sapi. Pertama membuka warung makan ini, antusias masyarakat sangat positif, meskipun ia juga mendapat cibiran dari beberapa orang.

"Saya fokus untuk keluarga. Bersama keluarga saya fokus untuk mengelola usaha kuliner ini. Hal ini terlepas dari yang dulu saat saya mencalonkan menjadi Wali Kota Batu," tutur ayah tiga orang anak itu.

Tak hanya itu, bahkan warungnya ini dijadikan lokasi nongkrong oleh sesama kandidat yang mencalonkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu. Bisa dikatakan, ia menyatukan para pengamat politik. Bahkan, dirinya saat ini menjadi narasumber politik, karena banyak dimintai pendapat soal politik.

"Ya di sini jadi tempat tongkrongan anggota dewan, tokoh politik, dan sahabat-sabahat yang lainnya. Intinya, tempat ini bisa menyatukan sahabat-sahabat saya. Jadi komunikasi itu tidak terputus," ungkap dia yang dua kali mencalonkan Wali Kota Batu itu.

Warung makan yang ia kelola ini buka setiap hari, mulai pukul 8 pagi hingga 10 malam. Tak hanya makanan saja, mantan PNS Pemkot Batu tersebut juga menjajahkan oleh-oleh khas Kota Batu.

Bahkan juga ada kateringnya. Dari pagi hingga sore, warungnya tetap ramai. Pembeli terus berdatangan untuk makan diwarungnya. Kebanyakan yang datang ialah sahabat-sahabatnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help