Malang Raya
Ibu Hamil di Kota Batu 'Dimanjakan' dengan Program Ini, Tapi Ada Syaratnya . . .
anggaran untuk Jampersal menggunakan APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAU). Dari APBD sebesar Rp 2,4 Miliar dan DAU Rp 450 juta.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BATU - Pemkot Batu tidak henti-hentinya menekan angka kematian ibu dan bayi. Melalui program Jaminan Persalinan (Jampersal), berharap angka kematian ibu dan bayi di Kota Batu bisa berkurang.
Sejak dicanangkan Jampersal tahun ini, sudah ada klaim 63 kelahiran. Dengan total klaim sekitar Rp 173 juta. Hal itu menunjukkan, program ini terus dikembangkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Drg Kartika Trisulandari mengatakan, anggaran untuk Jampersal menggunakan APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAU). Dari APBD sebesar Rp 2,4 Miliar dan DAU Rp 450 juta.
"Ditargetkan dana tersebut untuk 3100 kelahiran," kata Kartika, Rabu (2/8/2017).
Jampersal ini, diperuntukkan untuk ibu hamil mulai usia kandungan 0 bulan hingga kelahiran. Semua biaya selama mengandung hingga persalinan gratis. Baik itu persalinan secara normal atau caesar, dan bisa dilakukan di rumah sakit atau pun bidan.
Dalam program ini, ada beberapa tahap, mulai saat mengandung mendapatkan nutrisi ibu hamil, berupa susu, senam ibu hamil, hingga menuju persalinan.
"Kalau senam khusus untuk usia kandungan 4 bulan ke atas. Syaratnya warga Kota Batu dan menunjukkan buku riwayat pemeriksaan saja," imbuh Kartika.
Namun, program ini hanya untuk kelahiran anak pertama dan kedua. Anak ketiga tidak bisa mendapatkan program ini. Kartika mengatakan, tahun 2016 memang ada 3 kasus kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, Jampersal menekan angka kematian tersebut. Tahun 2017 ini juga sudah terjadi kematian bayi.
"Karena penyakit tertentu dan itu dikarenakan ada kelainan dan tidak bisa dicegah. Dari situ kami berusaha agar bisa melakukan tindakan agar tidak terjadi lagi," kata perempuan berhijab itu.
Kegiatan seperti pemberian nutrisi ibu hamil dan senam, rutin dilakukan di setiap desa/kelurahan. Seperti halnya di Polindes Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji.
Salah satu ibu hamil, Hanifah (26) mengatakan ia sangat merasakan manfaat dari Jampersal ini. Ia yang mengandung anak pertama ini lebih bisa merasakan dan mengerti bagaimana menjaga nutrisi saat hamil.
"Saya bisa tahu kesehatan bayi, nutrisi makanan. Tau makanan dan minuman yang dilarang dan yang harus dikonsumsi," kata dia.
Terlebih, ia bisa merasakan manfaat ketika senam. Karena saat hamil seorang ibu tidak dianjurkan terlalu diam di rumah dan juga tidak dianjurkan terlalu banyak aktivitas.
"Senamnya itu bisa memperlancar saat kelahiran nanti. Jadi biar tidak terlalu sakit saat melahirkan," imbuhnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sofiana. Ia berharap, saat melahirkan nanti, dengan mengikuti program Jampersal ini bisa melahirkan anak yang cerdas.
"Karena saat dalam kandungan tergantung nutrisi yang ibunya makan. Turut prihatin dengan kasus kematian ibu dan bayi. Semoga program ini bisa membantu mengurangi," kata Sofianah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/senam-ibu-hamil-dalam-program-jampersal-di-kota-batu_20170802_174239.jpg)