SuryaMalang/

Travelling

Rektor UB Malang Ucapkan Pesan Ini saat Pelepasan Anggota IMPALA Ekspedisi Gunung Elbrus Rusia

Bisri mengatakan ekspedisi tersebut tidak hanya membawa nama UB dan nama Kota Malang, namun membawa nama Indonesia.

Rektor UB Malang Ucapkan Pesan Ini saat Pelepasan Anggota IMPALA Ekspedisi Gunung Elbrus Rusia
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Upacara pelepasan anggota IMPALA UB ekspedisi Gunung Elbrus Rusia, Jumat (4/8/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Puncak Gunung Elbrus di Rusia menjadi salah satu tujuan ekspedisi para pendaki, karena merupakan satu dari 7 summit gunung tertinggi di dunia.

Tak terkecuali tiga anggota Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMPALA) Universitas Brawijaya (UB), Endah Purwaningtyas, Ahmad Sholahuddin, dan Gede Krisna. Mereka bertiga terpilih menjadi perwakilan IMPALA UB Malang untuk melakukan ekspedisi Gunung Elbrus.

Sebelum berangkat, upacara pelepasan ketiga anggota dilakukan oleh IMPALA UB, Jumat (4/8/2017). Pelepasan itu juga dihadiri oleh Rektor UB, Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS, Wakil Rektor bidang kemahasiswaan, Prof Dr Ir Arief Prayitno MS, dan Wakil Rektor bidang kerjasama, Dr Ir Moch Sasmito Djati MS.

Bisri mengatakan ekspedisi tersebut tidak hanya membawa nama UB dan nama Kota Malang, namun membawa nama Indonesia.

"Ketiganya harus menjaga nama bangsa selama perjalanan sampai si puncak Gunung Elbrus," katanya.

Ia berpesan agar tetap membawa nama Tuhan dalam perjalan tersebut.

"Mengabdi pada Tuhan karena alam adalah ciptaan Tuhan. Jika Tuhan mendampingi, perjalanan ekspedisi ini akan lancar dan berhasil fisik dan rohani," pesannya.

Bisri kemudian memimpin doa pelepasan secara khusus untuk ketiga anggota IMPALA yang melanjutkan ekspedisi 7 summit setelah terputus sejak 1995.

"Kami (UB) tidak bisa memberi bantuan dana yang terlalu banyak, dukungan yang banyak hanya berupa doa, dukungan moral. Kami selalu mendukung kegiatan mahasiswa, apalagi bertaraf internasional," lanjutnya pada SURYAMALANG.COM.

Arief Prayitno menambahkan, UKM di setiap kampus sesuai Kemenristekdikti memiliki dua kegiatan utama. Yaitu kegiatan Dikti dan kegiatan non Dikti.

"Sebisa mungkin kami mendukung kegiatan UKM bertaraf nasional hingga internasional. Salah satunya karena kegiatan UKM masuk dalam penilaian pemeringkatan perguruan tinggi," tutupnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help