Sungguh Sial, Gadis Korban Pemerkosaan Ini Malah Dipaksa Bayar Biaya Rumah Sakit
Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin itu peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kisah sedih yang menimpa gadis berusia 13 tahun ini.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
SURYAMALANG.COM - Sudah jatuh tertimpa tanggapula. Mungkin itu peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kisah pilu yang menimpa gadis berusia 13 tahun asal Malaysia ini.
Dilansir dari World of Buzz, seorang polisi membawa gadis korban pemerkosaan itu ke sebuah rumah sakit pada awal Januari 2018 lalu.
Di rumah sakit korban diperiksa kondisi kesehatan fisik beserta psikologisnya.
Korban juga tidak diizinkan pulang hingga kondisi psikologisnya pulih.
Setelah dinyatakan sudah baikan, pihak rumah sakit kemudian memulangkan korban.
Pihak manajemen rumah sakit juga meminta korban untuk menunjukkan laporan administrasi kepada polisi agar dibebaskan dari biaya perawatan.
Baca: Heboh Bocah SD Nikah dengan Pria 21 Tahun Usai Ujian Nasional, Ternyata Begini Alasan Orang Tuanya
Baca: Dipuja-puja Semasa Hidup, Makam Dono Warkop DKI Begini Kondisinya
Namun setelah tiga bulan berlalu, gadis yang masih di bawah umur ini dikirimi surat tagihan dari rumah sakit.
Anehnya, surat tagihan tersebut bukannya di atas namakan kepada wali korban melainkan langsung kepada nama korban.
Dia diharuskan membayar biaya rumah sakit sekitar 430 Ringgit Malaysia atau sekitar 1,5 juta rupiah.
Baca: Nagita Slavina Dikabarkan Hamil Lagi, Gak Disangka Respon Raffi Ahmad Seperti ini
Baca: Heboh Ustadz Solmed Diisukan Poligami, Begini Jawaban Wanita Ini, Tak Disangka
"Saya terkejut bahwa tagihan itu dibebankan kepada saya, bukan pengasuh saya, karena saya masih di bawah perwalian mereka dan di bawah usia 18 tahun," ujar korban.
Tak hanya itu, korban juga dianggap bukan warga negara Malaysia karena tidak memiliki identitas legal (akta kelahiran) dari pemerintah.
“Kesalahan dibuat ketika ayah saya mendaftarkan kelahiran saya, yang menyebabkan saya memiliki status 'bukan warga negara'. Namun, dua adik saya adalah warga negara sementara saya harus menunggu dua tahun agar status kewarganegaraan saya diberikan."
“Saya lahir di Sabah (Malaysia bagian timur), apakah saya tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan layanan medis gratis?," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pemerkosaan-anak_20180425_161819.jpg)