3 Alasan Teroris Melakukan Aksinya Bersama Perempuan Dan Anak-anak. Nomor 2 Bikin Miris

Dari 3 Alasan Perempuan Dan Anak-Anak Ikut Menjadi Teroris, Nomor 2 Bikin Miris

3 Alasan Teroris Melakukan Aksinya Bersama Perempuan Dan Anak-anak. Nomor 2 Bikin Miris
Pelaku Teroris Bom Bunuh Diri Merupakan Ibu Dan Anak-Anaknya 

SURYAMALANG.com, Jakarta - Serangkaian aksi teror berupa peledakan bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur beberapa hari lalu banyak menyita perhatian masyarakat dan pihak terkait.

Satu diantara yang diperbincangkan adalah lantara pelaku bom bunuh diri merupakan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anaknya.

Salah satu pengamat teroris dari Universitas Indonesia (UI), Solahudin, melihat ada beberapa alasan yang menjadi dasar terlibatnya perempuan dan anak-anak dalam rangkaian aksi teroris berupa bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Berikut alasan yang diungkapkan Solahudin ketika ditemui awak media dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (16/5/2018):

1. Alasan keamanan.

"Kalau dilakukan oleh perempuan dan anak-anak cenderung lebih aman karena akan sulit diidentifikasi, tidak terlalu mencolok yang mengakibatkan kecurigaan, apalagi satu keluarga," kata solahudin.

2. Agar mendapat jangkauan pemberitaan yang lebih luas, bahkan ke seluruh dunia.

Disebutkan bahwa aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria dewasa sudah awam. Tetapi, jika dilakukan oleh perempuan dan anak-anak akan berbeda cerita.

Hal tersebut akan lebih menyita perhatian publik, terlebih bagi media asing.

"Kalau seandainya pelakunya itu ibu dan anak, akan dianggap luar biasa, sehingga akan menghasilkan coverage yang luas. Itu yang menyebabkan media asing meliput berita tersebut karena punya newsvalue yang tinggi," terang Solahudin.

3. Memberikan pesan yang disampaikan kepada jaringan mereka sendiri.

Yang dimaksud adalah pesan terkait keberanian dalam melakukan aksi bom bunuh diri.

"(Pesannya) seperti, anak-anak saja berani, perempuan berani, masak kamu (pria dewasa) tidak berani?" jelas Solahudin.

Penulis: Fakhri Hadi Pridianto
Editor: Fakhri Hadi Pridianto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help