Mojokerto

Pengusaha Mojokerto Punya 30 Ekor Ikan Arapaima, Pernah Berikan 10 Ekor ke Orang Lain

Jadi dia (GH) punya ikan Arapaima sebanyak 30 ekor, disortir. Ada 18 yang bagus untuk dipelihara di rumahnya Perum Citra Harmoni Trosobo.

Pengusaha Mojokerto Punya 30 Ekor Ikan Arapaima, Pernah Berikan 10 Ekor ke Orang Lain - ikan-arapaima-dari-sungai-brantas_20180701_233532.jpg
mohammad romadoni
Ikan Arapaima dari Sungai Brantas.
Pengusaha Mojokerto Punya 30 Ekor Ikan Arapaima, Pernah Berikan 10 Ekor ke Orang Lain - ikan-arapaima-dari-sungai-brantas_20180701_233645.jpg
mohammad romadoni
Ikan Arapaima dari Sungai Brantas.
Pengusaha Mojokerto Punya 30 Ekor Ikan Arapaima, Pernah Berikan 10 Ekor ke Orang Lain - ikan-arapaima-sidoarjo-ikan-monster-mojokerto_20180625_193847.jpg
m taufik
Noto Diharjo, Kepala Desa Mlirip Rowo, Kecamatan Tarik, Sidoarjo menunjukkan ikan monster asal Amerika yang ditangkap warganya.

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur belum dapat memastikan jumlah total ikan Arapaima Gigas yang sengaja dilepasliarkan di Sungai Brantas.

Abdul Khalim, Kepala Resort Konservasi Wilayah Mojokerto-Sidoarjo BBKSDA Jatim, menjelaskan, ada pemilik ikan Arapaima berinisial GH, warga Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto yang juga tinggal di Perumahan Citra Harmoni Trosobo Sidoarjo.

Namun, pengusaha itu mengaku tidak melepaskan ikan Arapaima ke sungai Brantas.

"Jadi dia (GH) punya ikan Arapaima sebanyak 30 ekor, disortir. Ada 18 yang bagus untuk dipelihara di rumahnya Perum Citra Harmoni Trosobo," ujarnya, Minggu (1/7/2018).

"Nah, 12 ekor itu ada yang mati dua ekor. Sisanya itu diberikan ke dua orang dan nggak tahu siapa yang melepasnya," imbuhnya.

Khalim mengataka, GH mengaku tidak pernah menyuruh dan melarang ikan Arapaima dilepas ke Sungai Brantas.

"Ikan itu diberikan untuk dipelihara. Pemiliknya mewanti-wanti saat memberikan ikan Arapaima agar tidak melepas ke sungai dan supaya mengembalikan apabila bosan memeliharanya. Harapannya (pemilik) ikan Arapaima ini jangan dibunuh," ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya bersama petugas dari Balai Karangtina Ikan Surabaya dan Sidoarjo didampingi Dinas Perikanan Kabupaten Mojokerto sempat memeriksa kolam ikan dalam kondisi kosong sekira 6 meter x 10 meter milik GH. 

Dulu, kolam itu untuk memelihara ikan Arapaima di sebuah garasi truk milik GH di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto.

Saat itu bahkan ada dua tim yang memeriksa di tempat berbeda yakni di Perum Citra Harmoni Tropodo Sidoarjo.

"Sebanyak 18 ikan Arapima milik GH telah diamankan oleh pihak Karantina Ikan Surabaya. Sedangkan untuk keberadaan ikan Arapaima di Sungai Brantas kami belum dapat memastikannya," jelasnya.

Ditambahkanya, adapun titik lokasi pelepasan ikan Arapaima di antaranya diduga dilakukan di Taman Brantas Indah (TBI) dan Rolak 9 yang merupakan aliran sungai Porong.

"Untuk penanganannya merupakan wewenang Balai Karangtina Ikan Surabaya kami BBKSDA hanya membantu mengedukasi masyarakat lantaran ikan Arapaima bukan binatang yang dilindungi," pungkasnya.

Sebelumnya, Alikin (50) Warga Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, menangkap ikan Arapaima berukuran lebih dari satu meter dalam kondisi hidup yang rencananya akan dijualnya.

"Ada 16 ekor ikan Arapima yang berhasil ditangkap warga dalam kondisi hidup maupun mati," katanya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help