Malang Raya

Uniknya Jeruk Jari Budha di Kota Batu, Dipercayakan Bisa Sembuhkan Penyakit

Kebun milik Luki Budiarti di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dipenuhi dengan beberapa tanaman apel dan bunga hortensia.

Uniknya Jeruk Jari Budha di Kota Batu, Dipercayakan Bisa Sembuhkan Penyakit
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Agus Setiawan, petani di kebun milik Luki Budiarto menunjukkan pohon Jeruk Jari Budha di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Kebun milik Luki Budiarti di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dipenuhi dengan beberapa tanaman apel dan bunga hortensia.

Namun siapa sangka, ada tiga pohon buah jeruk. Jeruk ini dinamai Jeruk Jari Budha, karena bentuknya yang menyerupai jari-jari yang banyak, sehingga disebut jari budha.

Luki mengembangkan tanaman buah jeruk yang memiliki nama ilmiah Citrus medica var Sarcodactylis itu sejak lima tahun lalu.

Ia membeli dari penjual tanaman hias seharga Rp 500 ribu. Awal mulanya ia hanya menanam di pot. Setelah tumbuh dan menghasilkan beberapa buah, ia pindah di lahan belakang rumahnya.

"Waktu itu saya ingin membudidayakan Jeruk Jari Buddha, karena jeruk ini punya banyak khasiatnya," kata Luki, Minggu (8/7/2018).

Seperti meredakan sakit maag, mengatasi masuk angin, penyakit cacingan, karena anti oksidan alami yang dikandung jeruk itu mampu menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan stamina.

Bahkan menjadi anti penuaan dini, melancarkan sistem pencernan, mengobati peradangan hingga mengatasi diare. Tapi diakuinya sampai saat ini ia yang juga sebagai ketua Gapoktan Mitra Arjuna itu belum mengoptimalkan buah ini. Baik untuk dikonsumsi biasa ataupun denga cara proses menjadi produk yang dibentuk ekstrak.

Ia memperbolehkan satu tanaman untuk dipetik. Saat dipetik aroma Wangi buah Jeruk Jari Budha itu tidak jauh berbeda dengan jeruk lemon. Kulitnya juga tidak terlalu tebal, sama persis dengan jeruk lemon lainnya.

Rasanya, saat dicoba seperti rasa jeruk lemon tetapi jauh lebih terasa dibandingkan Jeruk Jari Budha. Ketika masak pohon, warna jeruk ini juga berubah, mejadi kuning keorangean. Warna daging buahnya putih, dan tidak berbiji.

"Rencana mau saya kembangkan. Karena jeruk ini pertumbuhan sangat bagus dan mengahasilkan banyak buah. Karena di Batu kondisi geografis cocok dengan tanaman buah jeruk ini," imbuh dia.

Dari informasi yang ia dapatkan, tanaman ini berasal dari China. Di China, jeruk jari buddha ini merupakan simbol kebahagiaan, panjang umur dan banyak rezeki.

Sehingga buah ini sering dijadikan hadiah tahun baru. Bahkan di beberapa negara Jeruk Jari Budha juga disebut buah religius, di mana biasanya jeruk ini digunakan ketika sembahyang atau memanjatkan doa.

"Ada malahan saking wanginya sangat harum, jeruk ini banyak digunakan sebagai bahan parfum atau pengharum ruangan," ungkap dia.

Alumnus Universitas Brawijaya (UB) Malang ini menambahkan kalau jeruk ini diminati oleh beberapa orang yang tahu saja. Ia memang belum menjual buah ini secara umum dipasaran, hanya jika ada yang minat pembeli bisa mendapatkan satu buah seharga Rp 50 ribu, dan Rp 100 ribu per pohon. 

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help