Travelling

Balitjestro Kota Batu Sediakan Lahan 2 Hektar Lahan Jeruk Siap Panen

wisatawan sudah bisa membawa jeruk keprok 55 dari Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Desa Tlekung, Kota Batu

Balitjestro Kota Batu Sediakan Lahan 2 Hektar Lahan Jeruk Siap Panen
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Aksi wisatawan yang memanjat pohon jeruk untuk mengambil buah jeruk keprok 55 siap panen, di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Desa Tlekung, Kota Batu, Minggu (15/7/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Hanya dengan mengeluarkan biaya Rp 20 ribu per orang, wisatawan sudah bisa membawa jeruk keprok 55 dari Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Desa Tlekung, Kota Batu.

Ya, tahun ini Balitjestro kembali membuka lahan seluas 2 hektar untuk masyarakat. Lahan itu penuh dengan buah jeruk keprok 55 yang sedang panen dan siap dipetik dan langsung bisa dinikmati. Tidak hanya sekedar memetik jeruk, tetapi wisatawan juga sekaligus dapat edukasinya.

Bahkan, wisatawan bebas membawa jeruk satu kilogram plus satu batang bibit pohon jeruk keprok 55. Saat memetik jeruk wisatawan didampingi petugas agar bisa mengetahui mana jeruk yang manis dan siap dipetik dan langsung dinikmati. Bahkan pihak Balitjestro menyediakan tangga agar wisatawan mudah memetik jeruk.

Beberapa wisatawan mengaku puas dan senang ketika memetik jeruk keprok 55 ini.

"Gak masalah jeruknya sih ya, yang asik itu petik sendiri, terus bisa langsung dimakan. Jeruknya manis, jadi puas," kata salah satu wisatawan asal Palembang, Nurahman, Minggu (15/7/2018).

Tentunya momen ini juga dimanfaatkan untuk berswafoto oleh pengunjung di depan jeruk berwarna kuning. Namun poin utamanya, mereka juga diberi edukasi cara memetik buah jeruk yang benar agar tidak merusak pohonnya. Serta mendapatkan edukasi bentuk dan rasa dari masing-masing jeruk.

Kepala Balijestro Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan Muhammad Taufiq Ratule mengatakan tujuan dibuka umum ini untuk menonjolkan pada edukasinya, cara metiknya dan sebagainya.

"Yang mahal kan mereka selfienya, edukasinya. Kalau beli di luar banyak. Itu yang kami tonjolkan, mereka pulang bawa hasil banyak, dan bisa diterapkan di rumah masing-masing," kata Taufiq.

Wisata edukasi petik jeruk ini akan ditutup jika buah pada pohon di area seluruh 2 hektare telah habis. Memang saat ini merupakan waktu untuk panen raya buah jeruk.

Dikatakannya paling lama, lahan dua hektar ini akan habis dalam kurun waktu dua minggu. Balitjestro setiap tahun rutin membuka lahan jeruk siap panen. Jumlah hasil panennya pun bisa mencapai puluhan ribu buah jeruk.

"Selain petik jeruk ini, kami juga akan melaunching sejuta benih jeruk. Tentu untuk kami sebarkan ke seluruh pelosok di Indonesia. Tentunya benih yang disebar ini bebas penyakit," imbuhnya. 

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved