Sidoarjo

Pembuat Perahu Tradisional Ajak Siswa SMK Sidoarjo Belajar ke Jepang

Perwakilan Hide Housing Corporation, produsen perahu tradisional Jepang, berkunjung ke SMKN 3 Buduran Sidoarjo, Senin (16/7/2018).

Pembuat Perahu Tradisional Ajak Siswa SMK Sidoarjo Belajar ke Jepang
m taufik
Perwakilan Hide Housing Corporation, produsen perahu tradisional Jepang saat berkunjung di SMKN 3 Buduran Sidoarjo, Senin (16/7/2018). 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Perwakilan Hide Housing Corporation, produsen perahu tradisional Jepang, berkunjung ke SMKN 3 Buduran Sidoarjo, Senin (16/7/2018).

Perusahaan yang beroperasi di Jepang tersebut datang untuk melakukan kerjasama dengan SMKN3 Buduran.

"Melalui kerjasama ini kami ingin sama-sama sukses," kata Hideyuki Takahashi, Chief Executive Officer Hide Housing Corporation saat di SMKN3 Buduran.

Menurutnya, Indonesia dan Jepang itu tidak jauh jika ditempuh lewat jalur laut. Makanya, kerjasama dalam urusan perahu dirasa tepat untuk dua negara.

Ada tiga hal yang ditawarkan perusahaan Jepang itu kepada SMKN3 Buduran. Yakni program belajar untuk siswa SMKN3 Buduran di perusahaan itu selama beberapa minggu, job training untuk alumni selama beberapa tahun, dan penyerapan tenaga kerja.

"Kami pilih sekolah ini karena ada pelajaran spesial, khususnya dalam urusan perahu tradisional, di sini," jawab Hideyuki saat ditanya Surya.

Kerjasama dengan SMKN3 Buduran juga bukan yang pertama. Sebelumnya, pernah ada siswa dan guru yang diundang ke perusahaan di Jepang itu untuk belajar di sana. "Kami ingin kerjasama itu berkelanjutan," harapnya.

Di Jepang, disebutnya sudah jarang ada perusahaan yang bergerak di bidang perahu tradisional. Di sekitar tempat beroperasinya perusahaan ini saja, dari sebelumnya ada 14 perusahaan tinggal satu saja yang bertahan. Padahal, belakangan peminat perahu tradisional Jepang terus meningkat.

Menanggapi tawaran ini, Kepala Sekolah SMKN3 Buduran Eko Budi Agus mengaku hanya bisa menerima dua tawaran. Yakni studi untuk siswa, serta job training untuk alumni. "Yang ketiga itu bukan wewenang kami. Soal tenaga kerja, ada institusi yang lebih berwenang," kata Eko Budi.

Pihaknya berharap kerjasama ini bisa dimanfaatkan oleh siswa atau guru yang berangkat ke sana. Khususnya untuk transfer knowledge, antara Jepang dan Indonesia, plus menambah pengalaman dan ilmu bagi anak-anak yang berangkat nanti.

"Di Jepang kapal-kapal kayu mulai ditinggalkan industri. Tinggal sedikit perusahaan yang bertahan, salah satunya perusahaan ini. Nah, kesempatan anak-anak kalau bisa belajar ke sana, karena perahu tradisional Jepang sedang banyak peminatnya. Produsennya juga banyak kekurangan pegawai," urainya.

SMKN3 Buduran sendiri punya siswa-siswi yang kompeten di bidang itu. Diantaranya yang belajar di bidang interior. Mereka inilah yang memungkinkan diberangkatkan ke Jepang untuk belajar ke perusahaan tersebut.

Berapa siswa yang bakal diberangkatkan, sejauh ini belum ditentukan. Yang jelas program ini semacam beasiswa. "Biayanya ditanggung oleh pihak perusahaan tersebut. Mereka yang menawari kerjasama ini," pungkasnya.

Penulis: M Taufik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help