Mojokerto

8 Ular Sanca Kembang Sudah Tertangkap, Masih Ada yang Berkeliaran di Mojokerto

BBKSDA memperkirakannya jejak bekas ular sepanjang 20 sentimeter tersebut adalah ular Sanca Kembang berukuran lebih besar.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: yuli
Facebook.com/Reptile Hunter
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Warga kampung Unengan Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto masih diteror dengan keberadaan ular Sanca Kembang yang muncul secara misterius.

Mereka semakin resah lantaran ular Sanca Kembang atau Phyton Reticulatus (tidak dilindungi) yang diduga berukuran lebih besar hingga saat ini masih belum ditangkap.

Suwarto warga setempat menjelaskan mereka terpaksa melakukan perburuan ini karena ular Sanca Kembang telah memasuki permukiman warga. Ular tersebut bahkan diduga telah banyak memangsa hewan ternak milik warga.

"Warga terpaksa menangkap ular Sanca Kembang karena takut hewan ternak peliharaannya habis dimangsa ular itu," ungkapnya, Rabu (18/7/2018).

Suwarto yang merupakan pawang ular ini menekankan sebenarnya keberadaan ular Sanca Kembang ini sudah lama ada, tetapi oleh masyarakat setempat sengaja dibiarkan. Sebab kala itu dianggap tidak menganggu. Namun selema kurun waktu dua tahun ini wilayah habitat ular Sanca Kembang semakin luas hingga masuk ke area ladang yang dekat dengan permukiman.

"Perburuan ular ini harus kami lakukan karena sudah meresahkan masyarakat," ujarnya.

Dia mengatakan para orang tua juga was-was keberadaan ular Sanca Kembang berukuran besar ini dapat mengancam keselamatan anak-anak yang berada di sekitar kampungnya. Pasalnya, mereka takut adanya peristiwa ular memangsa manusia seperti yang terjadi di Sulawesi maupun di Kalimantan dan lainnya.

"Kalau ular besar bisa saja membahayakan manusia. Kemunculan ular Sanca Kembang tidak bisa diprediksi dan datangnya tiba-tiba, kami tidak berharap hal itu terjadi," katanya.

Sudarsono Kepala Dusun Unengan bersaay warga telah sepakat akan menangkap ular Sanca Kembang secara hidup-hidup. Ini dilakukannya untuk menjaga kelestarian alam dan keharmonisannya antara manusia dan hewan liar.

Sebelumnya, anggota Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur wilayah Mojokerto-Sidoarjo melakukan penelusuran di lokasi penangkapan ular.

Mereka menemukan sarang ular Sanca Kembang yang berada di sekitar Goa Unengan. Hal itu diperkuat adanya jejak bekas ular Sanca Kembang yang berada di mulut goa.

BBKSDA memperkirakannya jejak bekas ular sepanjang 20 sentimeter tersebut adalah ular Sanca Kembang berukuran lebih besar ketimbang ular yang berhasil ditangkap warga sekitar lebih dari empat meter.

Warga berhasil menangkap sebanyak delapan ekor ular Sanca Kembang berukuran besar masing-masing panjangnya lebih dari 3 meter dalam kurun waktu 6 bulan. Paling besar warga pernah menangkap ular Sanca Kembang panjangnya lebih dari sekitar delapan meter.

Sedangkan, dua ekor ular Sanca Kembang berukuran besar, sepanjang 3,5 meter dan 3,2 meter masing-masing berbobot 18 kilogram hingga 24 kilogram untuk sementara ditempatkan disebuah kandang di area makan Nyai Pandansari. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved