Mojokerto

Keluarga Siswi Terancam Lumpuh di Mojokerto Berdamai dengan Pihak Sekolah

Hanum adalah siswi SMAN 1 Gondang yang terancam lumpuh akibat dikenakan hukuman squat jump oleh anggota dan seniornya.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: yuli
mohammad romadoni
AKIBAT SQUAT JUMP - Mashanum Dwi Aprilia (16) siswi kelas XI IPS-2 berada di kamar perawatan pengobatan alternatif Sangkal Putung Umi-Abi, Dusun Jarum, Desan Pandanarum, Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Polres Mojokerto mempertemukan keluarga Mashanum Dwi Aprilia dengan Gus Rofiq di Pondok Al-Ghoits, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Senin (23/7/2018) malam.

Pertemuan itu bertujuan sebagai bahan penyelidikan sekaligus mengklarifikasi adanya pemberitaan terkait mekanisme proses penanganan oleh pihak Kepolisian.

Seperti diketahui, Hanum adalah siswi SMAN 1 Gondang yang terancam lumpuh akibat dikenakan hukuman squat jump oleh anggota dan seniornya.

Usai pertemuan itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP M Fery, ingin meluruskan pemberitaan menyangkut pautkan polisi wanita (Polwan) yang diinformasikan diduga sempat memarahi ayah Hanum bernama Sugiono (53).

"Tidak ada Polwan yang membentak atau memarahi ayah korban, bahkan ayah Hanum tidak bertemu dengan Polwan saat di rumah sakit," ujarnya.

Fery mengatakan menindaklanjuti hal tersebut sesuai instruksi Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata, pihaknya akan bertindak tegas apabila ada anggotanya yang bersikap kasar seperti itu.

Pihaknya berupaya mengkonfrontir seluruh pihak untuk turut meluruskan informasi penanganan kasus ini.

"Kami terbuka kalau ada anggota yang salah pasti akan ditindak akan tetapi semuanya itu perlu diklarifikasi agar tidak ada yang dirugikan," ucapnya.

Menurut dia, pihaknya telah memediasi antara keluarga korban dengan perwakilan sekolah SMAN 1 Gondang.

Dalam mediasi tersebut keduanya sepakat untuk berdamai. Syaratnya keluarga korban meminta pihak sekolah agar menanggung seluruh biaya perawatan Hanum selama di rumah sakit hingga sembuh.

Selain itu pihaknya meminta agar memperhatikan korban saat kembali ke sekolah untuk memastikan agar tidak menjadi korban bully.

Sugiono (53), ayah Hanum, menarik pernyataannya terkait adanya Polwan yang memarahinya di rumah sakit.

Pada forum tersebut Sugino berdalih tidak pernah bertemu dengan Polwan Polres Mojokerto.

Namun ia sempat ditelepon oleh Polwan yang suaranya bernada keras ketika menanyakan kondisi Hanum di rumah sakit.

"Saya tidak bisa ngomong," katanya sembari menolak saat diwawancarai SURYAMALANG.COM di lokasi pertemuan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved