Travelling

Ayam Geprek Mas Fa di Kota Malang, Sambalnya Terasa Gurih Warisan dari Nenek

kuliner lokal Ayam Geprek Mas Fa yang baru setahun berdiri mencoba eksis. Salah satunya dengan jurus menjual kekhasan.

Ayam Geprek Mas Fa di Kota Malang, Sambalnya Terasa Gurih Warisan dari Nenek
SURYAMALANG.COM/Hesti Kristanti
Ayam Geprek Mas Fa di Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kuliner ayam geprek belakangan banyak muncul di Kota Malang. Persaingan makin ketat, namun kuliner lokal Ayam Geprek Mas Fa yang baru setahun berdiri mencoba eksis. Salah satunya dengan jurus menjual kekhasan.

“Saya menggunakan resep nenek. Resep sambal dari nenek ini menjadi kekhasan kuliner kami,” jelas M Faiz Hasyfi, pemilik Ayam Geprek Mas Fa saat ia dan timnya berkunjung ke Kantor Harian Surya Biro Malang, Kamis (09/08/2018) siang.

Sambal yang dimaksud Faiz adalah sambal bawang. Tingkat pedas sambalnya masih bisa ditoleransi untuk yang tak suka terlalu pedas. Sambal yang resepnya dirahasiakan ini terasa gurih dengan aroma bawang tak begitu menyengat.

Pria asal Yogyakarta ini juga mencoba mencuri penyuka kuliner dengan kekhasan menyajikan mendoan sebagai teman ayam geprek. Ia tahu bahwa tak banyak penjual mendoan khas seperti Jawa Tengah di Kota Malang. Ini jadi peluang pasar untuknya.

Yang menarik, belakangan pelanggan tak cuma suka ayam. Faiz mengembangkan menu vegetarian karena peminatnya ternyata juga tinggi.

“Menu vegan ini adalah nasi dengan lauk brokoli dan jamur krispi, serta mendoan. Menu ini sekarang ramai dipesan kalangan mahasiswa lewat ojek online,” ujar Faiz yang juga mengandeng komunitas muda untuk memperkenalkan kulinernya.

Faiz bermain di kelas menengah dengan mematok harga menu di kisaran Rp 20 ribuan. Saat ini, sekitar 40 persen pelanggannya adalah mahasiswa. Sisanya pekerja kantoran yang berburu makan siang. Karenanya, masa-masa libur kuliah saat ini, juga berarti masa libur Faiz menangguk untung. Pesanan ayam geprek merosot hingga 30 persen karena banyak mahasiswa pulang kampung.

“Apapun kondisinya, saya berusaha untuk selalu menjaga dua hal. Kualitas dan kebersihan. Seperti kemarin, saat harga ayam tinggi, saya tetap bertahan pada kualitas meski harus untung pas-pasan,” tukasnya. 

Penulis: Hesti Kristanti
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved