Kisah Bocah Yang Selamat Setelah Di Gigit Ular Paling Berbisa Di Dunia
Kejadian tersebut terjadi ketika Jaxon Bird sedang berjalan dengan ayahnya di depan rumah mereka yang terletak di Queensland Australia
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM – Seorang bocah bernama Jaxon Bird dari Queensland Australia selamat setelah di gigit oleh ular paling berbisa di dunia.
Kejadian tersebut terjadi ketika Jaxon Bird sedang berjalan dengan ayahnya di depan rumah mereka yang terletak di Gympie, sekitar 167 km dari ibukota Queensland, Brisbane (20/8/2018).
Dilansir dari Kompas.com pada artikel “Bocah 4 Tahun Ini Selamat dari Gigitan Ular Berbisa, Kok Bisa?“ Selasa (21/8/2018) Jaxon tak sengaja menendang sebuah pipa plastik yang ia lihat.
Setalah itu, Jaxon meringis kesakitan dan mengatakan kepada ayahnya jika kakinya sakit.
Dengan sigap Josh ayah Jaxon langsung melihat kaki Jaxon yang luka tersebut.
"Saya melihat ada darah di kakinya dan awalnya saya tidak menduga kalau itu gigitan ular," ungkap Josh
"Saya baru menyadari ketika dia menangis dan mengatakan kakinya sakit," sambungnya.
Baca: Ular Piton 25 Kg Muncul di Perkampungan Wilayah Lamongan, Inilah Penakluknya
Baca: Warga Unengan, Mojokerto Tangkap Ular Piton Sepanjang 5 Meter
Josh menyebut kejadian itu sangat cepat.
Josh menagatakan bahwa Jaxon menginjak benda mirip dahan pohon yang diduga ular.
"Secepatnya dia mengatakan ular, saya melihat adanya dua tanda gigitan di jari kakinya, dan saya membawanya ke rumah sakit dengan mobil secepat mungkin," kisah Josh.
Josh Bird mengetahui dengan benar bahaya yang sedang dihadapi anaknya
Karena ia pernah melihat ular coklat eastern ini disekitar rumahnya.
Setibanya di Rumah Sakit, petugas media dan dokter dengan sigapo memberi pertolongan kepada Jaxon.
Jari kaki yang digigit oleh ular tersebut mulai membengkak.
Staf rumah sakit kemudian mengambil sampel darah Jason dan mengirimkanya untuk tes.
Baca: Masih Ada 5 Ular Piton Besar di Gua Unengan, BKSDA: Jangan Bunuh!
Baca: Ular Piton Sepanjang 8 Meter yang Warga Temukan di Perairan Bernasib Tragis