Malang Raya
Totalitas Bidan Dewi Ajak Ibu-Ibu di Sumberpucung Kabupaten Malang Sadar Kontrasepsi KB
Bidan Dewi mengawali karir sebagai Bidan sejak tahun 1993 lalu. Awalnya ia diragukan kapasitasnya sebagai bidan oleh masyarakat setempat
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, SUMBERPUCUNG - Bidan bernama Asri Dewi Wahyuningtyas merupakan sosok yang gigih dalam mengedukasi, memperkenalkan, serta mengajak ibu-ibu Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang untuk menggunakan kontrasepsi KB (Keluarga Berencana).
Bidan Dewi (sapaan akrabnya) mengawali karir sebagai Bidan sejak tahun 1993 lalu. Awalnya ia diragukan kapasitasnya sebagai bidan oleh masyarakat setempat kala masih di Gondanglegi, Kabupaten Malang.
"Saya mengawali karir sebagai bidan sejak tahun 1993 ketika usia 23 tahun, kala itu saya sempat diragukan masyarakat sekitar, tapi kemudian saya bisa," terang Dewi saat ditemui usai beri sosialisasi KB kepada ibu-ibu di Balai Desa Sambigede, Rabu (5/9/2018).
Selama 11 tahun Bidan Dewi mendedikasikan dirinya untuk mengedukasi dan mengajak ibu untuk lebih mengenal manfaat dari perencanaan keluarga yang baik dan penggunaan alat kontrasepsi. Menyadarkan masyarakat tentang KB khususnya kepada ibu-ibu diakuinya butuh perjuangan.
"Sejak tahun 2007 saya mengajak para ibu-ibu setempat untuk sadar dalam menggunakan kb, persepsi yang kolot soal kb menjadi kendala yang cukup sulit untuk mengenalkan KB kepada masyarakat," papar Bidan asal Desa Sambigede, Malang itu
Sampai akhirnya pada tahun 2016, ia terpilih sebagai duta OC (Oral Contraseption) dari PT Bayer Indonesia. Edukasi yang dilakukan melalui pertemuan-pertemuan yang melibatkan kader, ibu hamil, acara keagamaan dan posyandu. Sebanyak 6.481 ibu telah menggunakan alat kontrasepsi dan melakukan perencanaan keluarga di daerah tersebut.
"Saya terpilih menjadi duta pada April 2016, sosialiasi tentang kb lebih efektif melalui kerjasama pertemuan-pertemuan yang melibatkan kader, ibu hamil, acara keagamaan dan posyandu dgn bidan desa, dari desa ke desa, memang harus telaten," tambah Bidan Dewi.
Dalam menjalankan tugasnya, Bidan Dewi menghadapi tantangan beragam seperti masyarakat yang belum sepenuhnya percaya, fasilitas kesehatan yang kurang memadai. Meski jalani tantangan berat ia terus meningkatkan kinerja serta mutu pelayanan kepada masyarakat.
Dewi menyakinkan kepada masyarakat bahwasanya KB dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia menyebut kesejahteraan masyarakat setempat dapat menjadi meningkat dengan adanya KB.
"Memang butuh perjuangan, masyarakat pada dasarnya masih kolot pemikiranya saat memandang KB, banyak anak banyak rezeki menjadi hal yang masih berpengaruh kala itu," ujarnya.
"Tapi saya tekankan kepada ibu-ibu dengan adanya KB perempuan dapat meningkat statusnya dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, sehingga ibu-ibu juga lebih produktif, ibu-ibu di sini sudah mulai untuk mencoba berbisnis sendiri dirumahnya," sambungnya.
Ia berharap, perempuan menjadi lebih sadar lagi soal pemakaian alat kontrasepsi, perencanaan kelauarga adalah salah satu cara bagi perempuan memiliki masa depan dan kehidupan sosial yang lebih baik.
"Jarak kehamilan yang baik adalah 2-3 tahun, untuk itu perencanaan kelauarga adalah salah satu cara bagi perempuan memiliki masa depan dan kehidupan sosial yang lebih baik," pungkasnya.