VIDEO - Cerita Pemain 'Siap Gan!' Sempat Sulit Harus Berdialek Jawa
Meskipun tak sepenuhnya menggunakan Bahasa Jawa, khususnya Surabaya, para pemain film 'Siap Gan!'mengaku tak seberapa sulit belajar dialek Surabaya.
Penulis: Akira Tandika | Editor: yuli
SUYAMAMALANG.COM, SURABAYA - Meskipun tak sepenuhnya menggunakan Bahasa Jawa, khususnya Surabaya, para pemain film 'Siap Gan!'mengaku tak seberapa sulit belajar dialek Surabaya.
Terutama bagi Yama Carlos.
Dalam kunjungannya dengan kru dan pemain film 'Siap Gan!', Rabu (12/9/2018) pagi, Yama mengaku tak sulit bagi dirinya untuk belajar Bahasa Jawa beserta dialeknya.
"Papa saya dulu kerja di bea cukai, dan masa kerja terakhirnya, beliau ditugaskan di Surabaya," terangnya.
Suami dari Arfita Dwi Putri ini bahkan mengaku jika sejak kecil ia telah terbiasa dengan Bahasa Jawa.
"Saya lahir di Semarang, dan sejak kecil sampai usia delapan tahun, saya hidup di Semarang,"
"Bagi saya, Bahasa Jawa itu udah ngelentek," imbuh Yama.
Lain Yama, lain pula dengan Qausar.
Ia mengaku baru kali pertama belajar Bahasa Jawa saat mengambil peran di film 'Siap Gan!' ini.
Namun, sekalinya belajar, ia justru diajari berbahasa Jawa yang sedikit kasar.
"Saya pertama kali belajar Bahasa Jawa dari yang kasar dulu, itupun diajarin sama temen-temen di sini," ujar cowok yang kerap berperan di serial FTV ini.
Ia juga mengaku jika kebiasaannya menggunakan bahasa dan dialek Jawa sempat terbawa hingga ke Jakarta, beberapa waktu seusai syuting film 'Siap Gan!'.
"Iya, sempet kebawa gitu, malahan sampai syuting FTV masih pakai dialek Jawa," tambah Qausar.
Tak hanya Qausar, Rini juga sempat mengalami kesulitan saat belajar bahasa dan dialek Jawa.
Hal itu lantaran, ia terbiasa menggunakan dialek Medan, daerah asal Rini.